Sawung Dance: Menari Bukan Lagi Soal Gerak

jelajahnusantara.co
Sawung Dance (Foto: Istimewa)

JELAJAH NUSANTARA - Surabaya punya panggung. Tapi panggung ini bukan lagi sekadar tempat menari. Sawung Dance Festival 2025 menjelma menjadi ruang inkubasi. Tempat bibit-bibit koreografer Jawa Timur belajar tumbuh, lalu bersiap melompat ke panggung nasional.

Nama programnya: Karya Bertumbuh. Empat koreografer muda dipilih. Mereka tidak hanya diminta menari. Mereka ditantang mengeksekusi ide. Membaca simbol. Mengutak-atik properti. Mengolah gerak menjadi visual. Semuanya langsung diuji di panggung, bukan berhenti di meja diskusi.

Baca juga: Dekorasi Politik Bernama Seni

“Kalau tidak dieksekusi, ide hanya jadi wacana. Kami ingin mereka terbiasa menaruh gagasan di atas panggung,” kata Sekar Alit, Direktur Sawung Dance, Kamis (4/9/2025).

Tiga hari penuh, Gedung Cak Durasim Surabaya disulap jadi laboratorium. Hari Gulur, koreografer senior yang sudah kenyang pengalaman, hadir memberi mentoring intensif. Ia seperti guru besar tari: mendampingi, mengkritisi, tapi juga membuka jalan bagi para anak muda ini.

Sawung Dance memang bukan festival baru. Ia sudah hadir sejak 2015. Namun 2025 ini, arah kompasnya jelas: fokus pada Karya Bertumbuh. Sebuah upaya memetakan potensi seniman muda, agar karya mereka tidak hanya jadi tontonan lokal, tapi bisa menembus festival tari di luar Jawa Timur.

Baca juga: ARTSUBS 2025: Museum Seni Rupa Temporer Pertama di Surabaya yang Lahir dari Gerakan Warga

“Harapannya, karya yang lahir bisa berjalan lebih jauh. Tidak hanya berhenti di Surabaya,” tambah Sekar.

Yang menarik, dukungan datang dari banyak arah. UPT Taman Budaya Disbudpar Jatim, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI, hingga Disbudporapar Surabaya turun tangan. Mereka tidak hanya memberi ucapan selamat. Gedung latihan dibuka gratis. Balai Pemuda dipinjamkan. Bahkan teknis pencahayaan pun disediakan. Semua demi memastikan karya-karya baru ini punya nyawa.

Baca juga: Akara: Potret Identitas dari Balik Lensa

Puncaknya, karya hasil program ini akan dipentaskan 19 September di Gedung Cak Durasim. Lalu sehari berikutnya, 20 September, di Balai Pemuda Surabaya.

Sawung Dance Festival 2025 akhirnya bukan sekadar festival tari. Ia menjadi ruang percobaan. Inkubator. Laboratorium ide. Tempat di mana tarian muda Jawa Timur menyiapkan diri: untuk tumbuh, untuk melompat, dan untuk berbicara lebih lantang di panggung Indonesia.

Editor : Redaksi

Feature
Populer
Berita Terbaru