x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Di Balik Kabut Semeru: Misteri Blank 75

Avatar jelajahnusantara.co
Tulus Widodo
Sabtu, 13 Sep 2025 09:52 WIB
Petualang

JELAJAH NUSANTARA - Ada satu titik di Semeru yang paling ditakuti para pendaki. Namanya indah: Zona Blank 75. Tapi julukan sesungguhnya lebih menyeramkan: jalur tengkorak.

Di sanalah, di ketinggian yang mengarah ke puncak Mahameru, nyawa-nyawa sering hilang. Entah karena kabut yang tiba-tiba turun. Entah karena pasir vulkanik yang longsor. Atau karena satu langkah saja salah arah: langsung ke jurang.

Jurang itu dalamnya sekitar 75 meter. Terbentuk dari longsoran pasir. Lembut kalau dipandang dari jauh. Tapi buas kalau disentuh kaki. Sekali terperosok, tubuh seperti disedot ke bawah.

Banyak pendaki yang tersesat di sini. Terutama saat perjalanan turun. Karena kabut menghapus tanda jalur. Peta dan kompas sering tak berguna. GPS pun kadang tak bisa diandalkan. Hanya naluri dan pengalaman yang bisa menyelamatkan.

Makanya, para senior selalu berpesan: jangan sombong di gunung. Jangan merasa kuat. Di Blank 75, kesombongan sering dibayar mahal.

Zona ini berada di timur laut puncak. Dari atas, orang hanya melihat hamparan pasir yang mirip padang. Tapi di bawahnya jurang menganga. Sunyi. Menyimpan cerita-cerita tragis para pendaki.

Setiap kali saya mendengar kisah tentang jalur tengkorak itu, saya jadi ingat satu hal: gunung tidak pernah salah. Yang salah adalah manusia yang meremehkannya.

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Rabu, 10 Sep 2025 08:25 WIB | Budaya
JELAJAH NUSANTARA - Boleh jadi, tak banyak yang tahu. Bahwa Topeng Panji yang kini sering dianggap sekadar tari topeng sebenarnya adalah warisan paling sakral ...
Rabu, 10 Sep 2025 07:32 WIB | Petualang
JELAJAH NUSANTARA - Kabupaten Mojokerto punya beban sejarah yang tidak ringan. Ia pernah jadi pusat dunia dunia dalam ukuran Jawa abad ke-14. Dari sinilah ...
Selasa, 09 Sep 2025 12:56 WIB | Petualang
JELAJAH NUSANTARA - Banyuwangi selalu punya cara membuat orang datang. Tak hanya karena kawah Ijen dengan api birunya yang sudah mendunia. Tapi juga karena ...