x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Jambi yang Diam-diam Memikat

Avatar jelajahnusantara.co
Agni Nareswara
Selasa, 09 Sep 2025 18:20 WIB
Pariwisata

JELAJAH NUSANTARA - Ada satu cara sederhana untuk melarikan diri dari dunia yang serba cepat: pergi ke Jambi.
Bukan ke pusat kota. Tapi ke pelukan alamnya.

Jambi menyimpan wajah yang jarang diangkat media nasional. Padahal, di sanalah gunung-gunung menjulang, air terjun berderai, dan danau-danau biru mengintip di antara pepohonan.

Bagi pendaki, tentu nama Gunung Kerinci bukan lagi rahasia. Atap Sumatera. 3.805 meter di atas permukaan laut. Angka yang membuat napas semakin pendek, tapi pandangan mata justru semakin panjang. Dari puncaknya, awan serasa berada di bawah kaki.

Tapi Jambi tidak hanya soal Kerinci.
Ada Air Terjun Kolam Jodoh. Konon, siapa yang mandi di sana bisa cepat menemukan pasangan hidup. Mitosnya lebih deras dari aliran airnya. Tingginya 30 meter, jatuh ke kolam alami. Jalannya memang berliku, tapi mungkin itulah cara alam menguji kesungguhan kita.

Masih ada Air Terjun Arai Indah. Tempat yang lebih cocok untuk piknik daripada mendaki. Duduk di bebatuan, membiarkan riak air jadi musik latar. Anak-anak bisa berlari tanpa takut tersesat.

Kalau ingin lebih tenang lagi, pergilah ke Danau Belibis. Luasnya 800 hektar. Letaknya di kaki Kerinci. Sejuk, teduh, dan… penuh kejutan. Dari burung hingga reptil, semuanya betah di sini. Seolah-olah danau ini adalah ruang tamu mereka.

Tak jauh berbeda uniknya adalah Danau Biru Muara Tembesi. Bekas galian tanah yang berubah jadi destinasi. Airnya hijau kebiruan. Instagram suka warna-warna seperti ini. Tapi jangan coba-coba berenang. Cantik belum tentu aman.

Kalau suka tantangan, datangi Air Terjun Sigerincing. Lokasinya di Lembah Masurai. Trek menuju ke sana lebih melelahkan dari sekadar lari pagi. Tapi di ujung perjalanan, suara derasnya air seakan jadi tepuk tangan alam untuk para tamu yang berani datang.

Di Merangin pula, berdiri Geopark Merangin. Umurnya bukan puluhan. Bukan ratusan. Tapi ratusan juta tahun. Tahun lalu, UNESCO mengangkatnya jadi Global Geopark. Jambi pun kini resmi punya tiket masuk ke daftar warisan dunia.

Belum selesai. Masih ada Gunung Sumbing Jambi. Beda dengan Sumbing di Jawa. Yang ini tingginya 2.507 meter. Jalurnya menantang, tapi tidak seseram Kerinci. Cocok untuk mereka yang sedang naik kelas dalam dunia pendakian.

Kemudian ada Danau Kaco. Airnya sebening kaca. Malam hari, ia bahkan bisa memantulkan cahaya bulan. Tidak sedikit yang percaya, danau ini menyimpan kisah mistis. Tapi bukankah alam memang selalu menyimpan misteri?

Terakhir: Danau Gunung Tujuh. Dinamai demikian karena dipeluk oleh tujuh gunung. Inilah danau tertinggi di Asia Tenggara. 1.950 meter di atas laut. Airnya tidak pernah surut. Seolah tujuh gunung di sekelilingnya bersepakat untuk terus menghidupi danau ini.

Jambi memang bukan Bali. Bukan pula Yogyakarta. Tapi justru di situlah kelebihannya. Ia tidak menampilkan diri dengan riuh. Ia membiarkan orang datang, lalu jatuh cinta, lalu kembali lagi.

Alam Jambi tidak butuh promosi besar-besaran. Ia hanya menunggu: siapa yang rela menempuh jalan panjang untuk akhirnya menemukan keindahan yang asli.

 

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Senin, 08 Sep 2025 12:28 WIB | Budaya
JELAJAH NUSANTARA - Dunia sedang gaduh.Konflik senjata di Timur Tengah. Ketidaksetaraan di Afrika. Persaingan adidaya di Asia. Di tengah itu, Bali bicara ...
Senin, 08 Sep 2025 12:06 WIB | Budaya
JELAJAH NUSANTARA - Bagi YPPI Sutorejo, kelas tidak harus berbentuk papan tulis dan spidol. Hari itu kelas mereka berupa halaman sekolah. Bukunya adalah ...
Senin, 08 Sep 2025 07:47 WIB | Seni
JELAJAH NUSANTARA - Surabaya punya panggung. Tapi panggung ini bukan lagi sekadar tempat menari. Sawung Dance Festival 2025 menjelma menjadi ruang inkubasi. ...