FOTO: Pesona Pantai Sine Tulungagung: Teluk Eksotis di Ujung Timur JLS

jelajahnusantara.co
Pesona Pantai Sine Tulungagung: Teluk Eksotis di Ujung Timur JLS. (Foto: Sahlan Kurniawan/Jelajah Nusantara)

JELAJAH NUSANTARA — Keindahan alam Tulungagung kian memikat hati wisatawan, salah satunya lewat pesona Pantai Sine yang terletak di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Terbentang langsung menghadap Samudera Hindia, pantai ini menyuguhkan panorama tebing-tebing eksotis di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) yang semakin menambah daya tariknya.

Pantai Sine memang bukan nama baru di dunia pariwisata Tulungagung. Namun, pamornya terus menanjak seiring dengan akses JLS yang memudahkan wisatawan menikmati perjalanan. Pantai ini berbeda jalur dengan Pantai Gemah dan Midodaren yang cenderung mendekat ke sisi barat Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek. Justru, lokasi Pantai Sine lebih dekat dengan perbatasan Kabupaten Blitar di sisi timur-selatan.

Baca juga: Tomboan: Di Sini Kita Tidak Sekadar Berkunjung, Tapi Belajar Pulang

Jarak tempuh dari pusat kota Tulungagung sekitar 27,7 kilometer atau sekitar 54 menit perjalanan. Meski terbilang jauh, kelelahan selama perjalanan seketika terbayar lunas begitu wisatawan disambut hamparan laut biru dan barisan tebing megah.

"Perjalanan ke Pantai Sine itu menyenangkan, karena rutenya melewati perbukitan dan pegunungan dengan pemandangan yang menyejukkan mata," ujar Rini Utami, wisatawan asal Surabaya yang sengaja berlibur ke pantai ini.

Menurut Rini, akses menuju Pantai Sine cukup mudah. Dari perempatan Gragalan di Jalan Raya Tulungagung-Blitar, pengunjung dapat mengambil arah selatan melalui jalan-jalan desa seperti Bendilwungu, Wates, Sambidoplang, Tunggangri, hingga tiba di jalur utama Tanggunggunung menuju pantai.

Baca juga: Panggung untuk Leluhur: Wayang Panji Kembali Hidup di Kota Malang

Pantai Sine dikenal sebagai pantai berbentuk teluk dengan ombak besar yang menantang. Keunikannya tidak hanya pada bentang alam, tapi juga pada kehidupan masyarakat pesisir yang masih terjaga. Di sisi utara pantai terdapat tebing tinggi dengan pancuran mata air alami. Sementara di sisi selatan, hutan lindung menjadi pelindung alami yang menawarkan kesejukan dan keteduhan bagi pengunjung.

Satu hal yang tak kalah menarik, Pantai Sine juga memiliki pasar ikan tradisional. Di sinilah denyut nadi kehidupan perkampungan nelayan Dusun Sine terasa nyata. Suasana khas pantai dengan aktivitas nelayan dan aroma laut yang kuat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyelami kehidupan pesisir.

Lebih dari itu, Pantai Sine juga menjadi panggung budaya masyarakat sekitar. Setiap tanggal 1 Sura dalam kalender Jawa, digelar pementasan wayang kulit yang menjadi bagian dari tradisi larung sesaji. Prosesi ini dipercaya sebagai cara masyarakat untuk menolak bala dan menjaga harmoni dengan alam. Tak jarang, upacara ini disertai dengan ritual mencuci pusaka seperti keris dan tombak milik para sesepuh.

Baca juga: Yogyakarta: Sebuah Keistimewaan yang Berakar dari Sejarah dan Perjuangan

Kombinasi antara keindahan laut, hutan lindung, tebing alami, serta kekayaan budaya menjadikan Pantai Sine sebagai destinasi yang tak sekadar menyejukkan mata, tetapi juga memperkaya jiwa. Bagi Anda yang mencari ketenangan, petualangan, hingga kearifan lokal, Pantai Sine adalah jawabannya.

Pantai ini terbuka selama 24 jam, menyambut siapa pun yang ingin menyatu dengan alam. Maka, tak heran jika kini Pantai Sine menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Marmer, Tulungagung.

Editor : Redaksi

Feature
Populer
Berita Terbaru