JELAJAH NUSANTARA - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu raksasa kopi dunia. Setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, Tanah Air menjadi produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan rata-rata produksi mencapai 789.000 ton per tahun dalam tiga tahun terakhir.
Awal tahun 2025 membawa kabar menggembirakan bagi para pelaku industri kopi nasional. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat adanya lonjakan signifikan dalam produksi kopi, yakni naik hingga 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya menggairahkan petani kopi, tetapi juga mendorong geliat ekspor ke berbagai penjuru dunia.
Kementerian Pertanian memperkirakan volume ekspor kopi Indonesia meningkat dari 420.000 ton pada tahun 2024 menjadi 427.000 ton di tahun 2025. Sebelumnya, sepanjang Januari hingga September 2024, Indonesia telah mengekspor 342.000 ton kopi senilai 1,49 miliar dolar AS atau setara Rp 23 triliun. Negara-negara tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Mesir, Jerman, dan Malaysia.
Peningkatan ekspor ini tak lepas dari tren positif yang sedang melanda pasar global. Permintaan terhadap kopi Indonesia terus meningkat, terlebih kopi spesialti dan organik yang memiliki cita rasa khas dan berkualitas tinggi. Tak hanya itu, semangat para petani untuk terus meningkatkan mutu juga menjadi faktor penting yang mendongkrak pamor kopi Nusantara di mata dunia.
Dengan tren yang terus menanjak, kopi bukan lagi sekadar minuman, tetapi telah menjadi duta cita rasa dan budaya Indonesia di pasar internasional.
Editor : Redaksi