x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Hari Tari Indonesia: Gagasan yang Kandas di Panggung Sendiri

Avatar jelajahnusantara.co
Wibowo
Kamis, 01 Mei 2025 11:47 WIB
News

JELAJAH NUSANTARA – Wacana menetapkan Hari Tari Indonesia yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu kini nyaris lenyap tanpa jejak. Sebuah inisiatif baik dari para pelaku seni, khususnya Asosiasi Tari Indonesia, seolah mentok di ruang hampa. Tak ada respons dari pemerintah, apalagi dari kalangan akademisi yang sejatinya menjadi garda intelektual dunia seni tari.

Menurut Heri, seorang koreografer asal Surabaya, ketidaktertarikan ini mencerminkan ironi yang dalam. “Kita rajin memperingati Hari Tari Sedunia yang merujuk pada kelahiran tokoh ballet dari Barat, tapi ketika hendak merumuskan Hari Tari Indonesia sendiri, responnya dingin,” ujar Heri.

Ia menilai bahwa tanpa sadar, masyarakat tari Indonesia telah menjadi bagian dari arus globalisasi yang memuliakan narasi luar, namun abai terhadap akar sendiri. Padahal, jika Indonesia mampu melihat potensi besar ini, peringatan Hari Tari Nasional bisa menjadi momentum strategis dalam membangun karakter generasi emas.

“Tari bukan hanya ekspresi tubuh, ia adalah pendidikan inderawi. Lewat gerak, disiplin dibentuk. Lewat rasa, spiritualitas ditumbuhkan,” imbuh Heri.

Sayangnya, pemerintah tampak lebih tergoda membangun yang kasat mata jalan, gedung, kawasan ekonomi. Padahal, fondasi bangsa maju bukan hanya beton dan angka PDB, melainkan karakter manusianya. Budaya, terutama tari, menyimpan potensi luar biasa untuk menanam nilai-nilai luhur sejak dini.

Kini, wacana Hari Tari Indonesia tinggal debu di panggung yang tak kunjung dibuka. Para penari tetap bergerak, namun tanpa perayaan yang mencerminkan jati diri. Apakah pemerintah akan terus menunggu sampai panggung itu benar-benar kosong?

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Rabu, 30 Apr 2025 08:21 WIB | Feature
Marsinah, pahlawan buruh yang lahir di Desa Ngelundo, Nganjuk pada 10 April 1969, dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pembela kebenaran sejak kecil ...
Rabu, 30 Apr 2025 08:08 WIB | Feature
Soesalit Djojoadhiningrat adalah anak satu-satunya R.A. Kartini yang lahir pada 13 September 1904. Empat hari setelah kelahirannya, Kartini wafat, meninggalkan ...
Senin, 28 Apr 2025 13:17 WIB | Foto
Para kuli angkut tampak sibuk membongkar muat barang, mempertahankan denyut ekonomi yang sudah mengalir di pelabuhan ini sejak ratusan tahun lalu. ...