x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Misteri Kolam Petirtaan Jolotundo di Lereng Gunung Penanggungan: Antara Spiritualitas dan Godaan Duniawi

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Selasa, 22 Okt 2024 18:37 WIB
Feature

JELAJAH NUSANTARA Di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, terdapat situs bersejarah yang menyimpan cerita magis: Petirtaan Jolotundo. Tempat ini, yang dipercaya memiliki khasiat spiritual, menarik perhatian banyak orang, terutama para pelaku spiritual. Kisah yang kami alami saat mengunjungi situs ini menyajikan pertemuan unik antara dunia nyata dan dunia gaib.

Kami memulai perjalanan di malam hari, ketika udara pegunungan terasa lebih sejuk dan suasana menjadi lebih tenang. Kami sengaja memilih malam hari, tak hanya untuk menghindari keramaian pengunjung, tetapi juga karena ada niat khusus: melakukan meditasi di pancuran air Jolotundo, yang konon airnya membawa berkah. Dalam keheningan malam, kami berharap doa-doa kami akan dikabulkan.

Setelah tiba, kami memasuki area candi dan kolam petirtaan. Atmosfer magis mulai terasa begitu kuat. Candi ini merupakan peninggalan dari Raja Udayana, dengan nuansa Hindu yang masih sangat kental. Di atas kolam petirtaan terdapat sebuah tempat pemujaan yang menambah aura mistis.

Salah satu rekan kami yang mengalami sakit punggung ingin berendam di kolam yang dipercaya membawa khasiat penyembuhan. Konon, air suci Jolotundo dapat memberikan berkah bagi mereka yang berendam di sana. Tanpa banyak bicara, kami pun mengambil posisi masing-masing untuk bermeditasi.

Dalam tiga kali tarikan nafas, kami tenggelam dalam keheningan. Di antara hembusan angin malam, sosok-sosok tak kasat mata mulai tampak di sela pepohonan. Mereka seperti penjaga hutan. Tidak ada aura permusuhan, seolah-olah kami diterima dengan sopan. Namun, kehadiran mereka menambah kesan misterius di tempat ini.

Salah satu teman kami yang lebih peka spiritual, Mas Ardy, tiba-tiba membuka mata dan berbisik, Gerbang kuning keemasan di atas. Seakan ada sesuatu yang mengawasi kami dari altar pemujaan di atas. Rasa penasaran mulai muncul, tetapi kami memilih untuk tetap fokus pada tujuan kami: berendam di kolam suci.

Kolam untuk pria dan wanita terpisah. Setelah para lelaki selesai berendam, tibalah giliran kami. Kolam untuk wanita tidak terlalu dalam, hanya setinggi mata kaki. Meski malam semakin larut, putriku yang ikut serta nampak riang berlarian di sekitar kolam. Udara malam terasa sejuk, namun tidak menusuk dingin.

Saat memasuki kolam, suasana semakin hening. Air pancuran mulai mengguyur tubuh, dan anehnya, aku tidak merasakan dingin seperti yang dikeluhkan suamiku. Rasanya seolah-olah air itu memberi kedamaian yang luar biasa. Tapi di pancuran ketiga, aku mengalami kejadian aneh. Sebuah cincin berwarna keemasan muncul di jari manisku. Aku ingat jelas bahwa aku tidak mengenakan cincin saat masuk ke kolam. Namun cincin itu nyata, aku bisa merasakannya di jariku.

Setelah selesai mandi, aku mencari cincin itu. Namun, saat keluar dari kolam, cincin itu sudah menghilang. Ketika bertanya pada suamiku, dia justru menunjukkan cincin nikahku, yang sedari tadi ada padanya. Aku terdiam, bingung. Lalu Mas Ardy mendekati kami.

Yang ada di sini suka sama sampean, katanya dengan nada serius. Mereka mencoba memberikan sesuatu, tapi saya usir.

Rasa merinding menyelimuti tubuhku. Rupanya, ada entitas yang mencoba memberikan sesuatu dalam bentuk cincin. Mas Ardy pun menjelaskan, bahwa di tempat seperti ini, keinginan duniawi bisa menarik makhluk-makhluk gaib. Jika tidak berhati-hati, mereka bisa menawarkan sesuatu yang menyesatkan.

Tadi sempat mikir duniawi? tanya Mas Ardy lagi. Aku hanya bisa mengangguk pelan. Memang sempat terlintas dalam benakku doa untuk kelancaran bisnis. Tapi aku tak menyangka, pikiran itu bisa menjadi pintu masuk bagi sesuatu yang tidak diinginkan.

Mas Ardy mengingatkan bahwa di tempat-tempat penuh energi spiritual seperti Jolotundo, kita harus menjaga hati dan niat. Godaan duniawi sangat mudah menarik perhatian entitas gaib yang ada di sana. Apa yang tampak putih dan suci, bisa jadi adalah jalan menuju kebingungan atau bahkan kesesatan.

Dalam perjalanan pulang, Mas Ardy kembali berbisik, Kalau tadi sampean mau cincinnya, segala yang sampean pegang akan sukses. Tapi ingat, itu bukan dari Allah.

Aku bergidik mendengar ucapannya. Segera aku beristighfar dan menolak tawaran gaib itu, meskipun godaan untuk menerima hadiah tersebut sempat menggelayuti pikiran. Aku bersyukur, pada akhirnya, aku tidak tergoda oleh hal-hal yang menyesatkan.

Misteri di Balik Keheningan Jolotundo

Petirtaan Jolotundo memang menyimpan energi spiritual yang kuat. Tidak hanya menjadi tempat meditasi dan berendam, tetapi juga menjadi lokasi di mana batas antara dunia nyata dan dunia gaib terasa begitu tipis. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi kami, bahwa di tengah keinginan duniawi, iman dan keteguhan hati adalah kunci untuk terhindar dari godaan yang menyesatkan.

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia spiritual dan misteri, Jolotundo bisa menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Namun, satu hal yang harus diingat: jaga niat dan hati Anda. Tempat ini memang indah, tetapi juga penuh dengan energi yang tidak bisa dianggap remeh.

Penulis: Pipit IkaFoto: Good News From Indonesia

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 20 Apr 2025 09:30 WIB | Gaya Hidup
SURABAYA_JELAJAHNUSANTARA.co Restoran ternama dan terkenal di Negara Malaysia Menate Steak & Seafood yang menyajikan menu steak aneka jenis daging dengan ...
Selasa, 25 Mar 2025 21:49 WIB | News
SURABAYA_JELAJAHNUSANTARA.co Maraknya teknologi digital khususnya dibidang fotografi membuat anak anak muda makin ketagihan menikmati hobi baru menjadi ...
Selasa, 25 Mar 2025 21:00 WIB | News
SURABAYA_JELAJAHNUSANTARA.co Mengusung konsep Ramadan Fiesta, Hotel Majapahit Surabaya MGallery kembali manjakan lidah para pecinta kuliner khususnya umat ...