Kapolrestabes Surabaya : Saya Bangga Bisa Bermain Ludruk Jawa Timuran

jelajahnusantara.co

Surabaya (Jelajahnusantara.co) Ini mungkin pengalaman pertama yang sangat berkesan sekaligus membanggakan bagi seorang Kapolrestabes Surabaya. Pasalnya, baru kali pertama Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan turut bermain dalam pagelaran ludruk bertemakan Njogo Suroboyo.

Meskipun, orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Surabaya ini bukan asli orang Surabaya, namun, beliau dengan cepat dan mudah beradaptasi memahami perannya sebagai tokoh Komandan Polisi M. Yasin.

Baca juga: Pentas Ludruk Angling Dharma Usung Lakon Pendekar Lor Kali, Ini Ceritanya

Hal ini juga dibenarkan oleh Meimura sutradara naskah ludruk lakon Njogo Suroboyo sekaligus pimpinan Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Surabaya saat ditemui disela sela latihan pada Sabtu, (19/01) di Balai Pemuda, bahwa, meskipun Kapolrestabes Surabaya bukan orang asli Surabaya namun, tidak sulit mengarahkan beliau dalam memerankan lakon M Yasin.

Dari beberapa kali latihan yang dihadiri langsung oleh Pak Rudi, seluruhnya dapat berjalan lancar dan sukses. Pak Kapolres malah cepat adaptasi dengan naskah maupun bloking panggung, termasuk dengan pemain lain. Jadi latihan memang lebih gampang dan lancar," Kata Meimura.

Meskipun sesekali harus mengulang adegan saat latihan, penampilan Pak Rudi yang sebelumnya memang belum pernah main ludruk, tergolong bagus, sambungnya.

Dalam alur cerita pagelaran ludruk dengan tema Njogo Suroboyo ini menceritakan spirit patriotik masyarakat Surabaya dari manapun asal usulnya. Sejak negeri sebelum merdeka hingga saat ini. Serta, menceritakan sosok Komandan M. Yasin yang menggerakkan masyarakat Surabaya untuk bahu membahu menjaga dan mempertahankan kemerdekaan.

Baca juga: DPRD Jatim Turut Dukung Kelestarian Kesenian Ludruk Jawa Timur

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan mengakui sedikit gugup namun merasa bangga dapat memerankan lakon sosok M. Yasin yang menjadi tokoh pahlawan yang merebutkan kemerdekaan Kota Surabaya dalam Ludruk Njogo Suroboyo.

Ini merupakan pengalaman pertama yang sangat mengesankan dan membanggakan bagi saya secara pribadi. Seru. Karena ini pengalaman yang belum pernah dilakukan. Menarik, karena ludruk ini bisa mengedukasi masyarakat. Saya kira ini sangat sesuai dengan pekerjaan polisi," tutur Kapolrestabes Rudi usai tampil di panggung Balai Pemuda, Minggu, (20/01/19).

Baca juga: Lewat “Ludruk Monolog” Seniman Meimura Ajak Generasi Milenial Kembali mencintai Ludruk

Melalui kesenian pagelaran ludruk ini disamping memberikan hiburan juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat terutama arek arek Suroboyo untuk menjaga ketenangan, kedamaian dan kesatuan. Sesuai dengan tema ludruk yaitu Njogo Suroboyo, imbuhnya penuh semangat.

Orang nomor satu dijajaran kepolisian Kota Surabaya ini menambahkan, dengan diangkatnya sebuah cerita melalui pagelaran ludruk juga salah satu cara turut melestarikan kebudayan ludruk Jawa Timur. Dirinya mengaku tidak kapok apabila nantinya ditawarin kembali bermain ludruk.

Yang penting bisa melestarikan budaya. Kalau bukan kita dan arek arek Suroboyo siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan ludruk Jawa Timuran. Pokoknya, NKRI Harga Mati, Ludruk Harga Tinggi, tegasnya. (Tls)

Editor : Redaksi

Feature
Populer
Berita Terbaru