Sumenep (jelajahnusntara.co) Petik Laut atau yang sering disebut Sedekah Laut merupakan tradisi rutin setiap tahun yang dilakukan para nelayan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rahmat berupa tangkapan ikan yang melimpah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Pakandangan Tengah Sumenep Madura, Hayati dalam kesempatan acara Petik Laut yang diadakan selama dua hari sejak 17-18 November 2019 di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Hayati mengatakan bahwa, sebagai negara maritim, banyak warga Indonesia yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Termasuk warga yang berada di Desa Pakandangan Tengah Sumenep.

Sehingga, tidak heran apabila banyak ditemukan acara ritual sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil tangkapan ikan yang melimpah. Diantaranya adalah tradisi Petik Laut, ucap Hayati.
Petik Laut yang merupakan tradisi nenek moyang ini bukan hanya menyampaikan rasa syukur atas rezeki melimpah. Namun, terdapat ritual khusus menjauhkan malapetaka (tolak bala) dengan melarung sesajen di tengah laut, tambahnya.
Kegiatan Petik Laut, masih menurut Hayati, juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar warga desa terutama para nelayan. Dirinya berharap, melalui acara ini masyarakat senantiasa bisa terus beryukur dan berterima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Agung. Dan, yang terpenting masyarakat desa bisa hidup rukun, tentran dan damai.
Dalam ritual Petik Laut nelayan dan warga terlihat antusias mengikuti pawai perahu hias milik nelayan ke tengah laut untuk melarung sesajen yang terbuat dari pohon pisang menyerupai perahu dan diisi kepala kambing, kembang tujuh rupa, dan ayam berwarna hitam.
Setelah tiba di tengah laut sebagai tempat melarung sesajen, seluruh perahu nelayan berkeliling membentuk bulat sembari merebut air laut di areal sesajen dilepas dengan harapan dijauhkan dari malapetaka.

Menariknya lagi, pada malam harinya ada kegiatan pembacaan Macopat yaitu sebuah cerita dan kisah Nabi Muhammad SAW dengan teks Jawa dan diterjemahkan kedalam bahasa Madura dengan nada yang unik dan khas. Sedangkan, pada puncak acara Petik Laut, warga dihibur dengan menggelar kesenian khas ludruk.
Tidak heran, apabila setiap tradisi Petik Laut selalu dipadati oleh pengunjung. Baik itu masyarakat sekitar Sumenep Madura hingga wisatawan lokal dan mancanegara. Pemerintah daerah berharap, adat semacam ini bisa dikembangkan menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di Madura. (Luk/Tls)
Editor : Redaksi