x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Lomba Panjat Pinang Dan Balap Karung, Pesta Belanda Untuk Menertawakan Pribumi

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Sabtu, 19 Jan 2019 16:38 WIB
News

Jelajahnusantara.co -Sudah menjadi tradisi, hampir setiap perayaan hari kemerdekaan Indonesia, lomba panjat pinang dan balap karung adalah lomba yang seolah wajib diadakan. Tua muda selalu antusias berpartisipasi dalam lomba yang memang sangat seru ini. Namun tahukah Anda? dibalik kemeriahan suasana panjat pinang dan balap karung tersimpan kisah suram tentang asal usul permainan rakyat ini.

Bila kita mengadakan lomba panjat pinang dan balap karung setiap 17 Agustus, dulu sebelum Indonesia merdeka ternyata lomba ini telah diadakan, namun beda tanggal. Pemerintah Belanda menggelarnya setiap tanggal 31 Agustus untuk memperingati ulang tahun Ratu Wilhemina.

Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia Indonesia, melakukan riset tentang asal mula panjat pinang digelar. Dari hasil riset pada koleksi museum Tropen, Belanda, ia mendapati ternyata panjat pinang sebenarnya adalah adaptasi dari permainan serupa asal Belanda yang bernama De Klimmast yang berarti panjang tiang. Mereka mengadakan lomba panjat tiang sebagai hiburan pada perayaan-perayaan hari besar disana.

Nah, oleh penjajah Belanda permainan ini diperkenalkan di Tanah air. Namun berbeda dengan di negara asalnya, selama permainan ini di gelar tak satupun orang Belanda yang mau ikut bermain. Mereka hanya tertawa-tawa melihat orang pribumi saling pijak berusaha merebut sekarung makanan dan pakaian yang digantung di pucuk pinang.

Disinilah pribumi dilecehkan, orang-orang pribumi yang bersusah payah jatuh bangun memanjat tiang licin ini menjadi hiburan tersendiri bagi orang Belanda. Mereka memandang pribumi begitu lucu karena mau berebut untuk sesuatu yang bagi mereka tak berharga.

Begitu juga dengan lomba balap karung. Bukti sejarah juga menunjukkan permainan ini telah ada sejak jaman penjajahan. Konon orang-orang pribumi begitu sulit hidupnya hingga mereka hanya mampu berpakaian dengan karung goni. Karena kesal, mereka mneginjak-injak karung dan entah bagaimana akhirnya kekesalan mereka itu berubah menjadi sebuah permainan adu lari memakai karung.

Beberapa pemerhati sejarah telah mengusulkan permainan ini dihapuskan dari perayaan hari kemerdekaan. Mereka menganggap permainan tersebut merupakan peninggalan Belanda yang melecehkan pribumi sehingga tidak pantas dilestarikan. Namun hal itu tak mudah dilakukan karena panjat pinang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Sumbar: Segala Sumber

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Senin, 21 Apr 2025 17:51 WIB | News
Penemuan susunan bata kuno di halaman rumah warga di Mojokerto membuka kemungkinan adanya jejak peradaban tua sebelum Majapahit. ...
Minggu, 20 Apr 2025 09:30 WIB | Gaya Hidup
SURABAYA_JELAJAHNUSANTARA.co Restoran ternama dan terkenal di Negara Malaysia Menate Steak & Seafood yang menyajikan menu steak aneka jenis daging dengan ...
Selasa, 25 Mar 2025 21:49 WIB | News
SURABAYA_JELAJAHNUSANTARA.co Maraknya teknologi digital khususnya dibidang fotografi membuat anak anak muda makin ketagihan menikmati hobi baru menjadi ...