x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

FOTOGRAFI JALANAN

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Jumat, 13 Jan 2017 14:07 WIB
Feature

Apa itu Fotografi Jalanan

1. apa itu fotografi jalananFotografi jalanan atau bahasa kerennya street photography merupakan salah satu aliran dalam fotografi. Umumnya Fotografi jalanan memotret objek yang ditemui di jalanan atau ruang terbuka umum, tanpa pengarahan dari fotografer atau candid shot.

Foto-foto dalam aliran fotografi jalanan bisa diambil di berbagai lokasi umum, misalnya di jalanan, bandara, stasiun kereta api, pasar, mal, terminal bus, dan lain sebagainya. Teknik yang biasa dipakai untuk mengambil foto-foto dalam aliran fotografi jalanan umumnya memakai teknik fotografi lurus. Artinya, foto menggambarkan kondisi yang sebenarnya dengan meminimalkan atau bahkan tanpa manipulasi objek.

Sampai saat ini, dalam Bahasa Indonesia, belum ada kesepakatan mengenai definisi yang baku untuk street photography, namun dalam beberapa kesempatan, istilah fotografi jalanan cukup sering dipakai.

Dalam perjalanannya, fotografi jalanan banyak dimodifikasi dengan menambahkan unsur-unsur pemanis seperti humor, surealisme dan berbagai macam kejutan dalam komposisinya. Agar bisa mendapatkan unsur-unsur pemanis tersebut dalam suatu foto, dibutuhkan moment yang tepat dengan posisi objek yang unik. Untuk menggambarkan kondisi tersebut, diistilahkan dengan decisive moment atau saat yang menentukan. Istilah Decisive moment diperkenalkan oleh salah satu fotografer jalanan yang sangat terkenal, yaitu Henri Cartier-Bresson.

Sejarah Fotografi Jalanan

1. sejarah fotografi jalananAliran fotografi jalanan ini berawal dari benua Eropa, sekitar tahun 1890 sampai dengan 1920-an, saat seorang fotografer yang bernama Eugene Atget mengabadikan suasana di jalanan kota Paris. Dalam foto-fotonya, Eugene Atget lebih banyak mengabadikan objek-objek arsitektur dibandingkan objek manusia. Tapi sekarang ini, fotografi jalanan lebih banyak menyertakan manusia dalam berbagai fotonya.

Henri Cartier-Bresson sendiri, sejaktahun 1940-an mulai menyertakan unsur manusia dan komposisi surealismenya dalam foto-foto jalanan yang diambilnya. Dan sampai saat ini, aliran inilah yang berkembang terus hingga menjadi bentuk fotografi jalanan yang banyak diminati sekarang ini.

Di Indonesia sendiri, fotografi jalanan ini masih termasuk baru bila dibandingkan aliran fotografi lainnya. Di Indonesia, fotografi jalanan mulai berkembang sekitar tahun 1990-an, dan pada tahun 2000an menjadi makin popular, hal tersebut seiring dengan berkembangnya teknologi fotografi digital.

Sumber :  http://fotografijalanan.com/fotografi-jalanan.html

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Senin, 21 Apr 2025 21:08 WIB | Seni dan Budaya
Di kaki Gunung Arjuno, sebuah panggung seni terbuka menyatukan manusia, alam, dan harapan. Dalam Jambore Seni Lereng Gunung, tiket masuknya bukan uang melainkan ...
Senin, 21 Apr 2025 20:41 WIB | Pariwisata
Mojokerto, yang dijuluki Spirit of Majapahit, menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Majapahit melalui enam situs candi bersejarah di Trowulan. Mulai dari Candi ...
Senin, 21 Apr 2025 17:51 WIB | News
Penemuan susunan bata kuno di halaman rumah warga di Mojokerto membuka kemungkinan adanya jejak peradaban tua sebelum Majapahit. ...