FOTO: Tenaga yang Terlupakan di Pasar Pabean

jelajahnusantara.co
Tenaga yang Terlupakan di Pasar Pabean

JELAJAH NUSANTARA - Di balik denyut distribusi barang di pasar-pasar tradisional, perempuan-perempuan kuli angkut memainkan peran penting. Mereka mendorong roda perekonomian dengan tenaga, tapi hidup mereka sendiri masih berkelindan dalam kemiskinan. Perlindungan sosial yang layak pun masih sebatas harapan.

Mayoritas dari mereka berpendidikan rendah, bermodal pas-pasan, dan minim peluang untuk beralih profesi. Mengandalkan kekuatan badan, penghasilan yang mereka bawa pulang kerap tak cukup untuk menopang hidup layak.

Baca juga: Petra Christian University Buka Akses AI untuk Penyandang Disabilitas: Inklusivitas Bukan Sekadar Wacana

Di Pasar Pabean, Surabaya, Jawa Timur, para perempuan kuli angkut itu adalah potret buram yang kerap luput dari perhatian. Setiap hari mereka bergulat dengan waktu dan beban, berharap membawa pulang rezeki untuk keluarga.

Baca juga: Kendaraan SUV Terbaik GWM Indonesia Siap Temani Mobilitas Warga Surabaya

Tak ada keluhan. Hanya keringat yang membasahi punggung dan langkah-langkah yang tak kenal lelah. Barang demi barang mereka angkut, memastikan semua sampai tepat di tangan pemiliknya.

Upah mereka beragam, antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu untuk sekali angkut, tergantung berat dan banyaknya barang. Tak sebanding dengan tenaga yang mereka curahkan, tapi cukup untuk membuat dapur tetap mengepul.

Baca juga: Liburan Makin Asik di Surabaya Bersama “Tour Wagen” Kampi Hotel Tunjungan

 

Editor : Redaksi

Feature
Populer
Berita Terbaru