Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara dari Lumajang yang Menggoda Investor

jelajahnusantara.co
Air Terjun Tumpak Sewu. (Foto: Istimewa)

JELAJAH NUSANTARA — Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak hanya memesona mata, tapi juga memikat hati para investor. Dengan tebing setinggi lebih dari 100 meter dan formasi aliran air menyerupai tirai raksasa, objek wisata ini kerap dijuluki "Niagara-nya Indonesia".

Setiap akhir pekan, kabut embun dan gemuruh air jatuh dari ketinggian menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pemerintah Kabupaten Lumajang kini melihat potensi ini bukan hanya sebagai destinasi wisata semata, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Baca juga: Sak Lining Jadi Panglima: Jaran Slining Mewarnai Budaya Jawa Timur

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengungkapkan rencana besar pengembangan kawasan Tumpak Sewu. Ia menyiapkan proyek bertajuk Tumpak Sewu Leisure Park, Hotel and Ecoresort, yang akan menjadi jantung baru pariwisata Lumajang. Hotel, restoran, arena golf, cottage, hingga glamping ground dirancang untuk hadir di sekitar kawasan air terjun.

"Ketika fasilitas umum seperti hotel dibangun, akan banyak tenaga kerja lokal yang terserap. Spot-spot wisata baru juga akan bermunculan. Ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Thoriqul kepada Jelajah Nusantara, Jumat, 26 April 2025.

Baca juga: Menyingkap Tabir Goa Pasir: Pusaka Majapahit di Lereng Sunyi Tulungagung

Pemerintah daerah tidak berjalan sendiri. Thoriqul menyebut, pihaknya akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi sektor swasta. Pemkab bahkan telah menyusun peta peluang investasi yang memetakan potensi usaha di wilayah Lumajang secara detail.

“Peta ini menjadi panduan strategis bagi para investor. Mereka bisa memilih lokasi paling menjanjikan untuk menanamkan modal,” kata dia.

Baca juga: Jumiang: Menikmati Laut dari Atas Bukit di Pamekasan

Dengan strategi ini, Tumpak Sewu bukan sekadar tempat berlibur. Ia diproyeksikan menjadi episentrum baru ekonomi Lumajang di mana keindahan alam bertemu dengan geliat bisnis dan pemberdayaan masyarakat.

Editor : Redaksi

Feature
Populer
Berita Terbaru