Perempuan yang telah hijrah lalu mengendap - endap dalam kegelapan, sambil memaki - maki dan mengayun - ayunkan sebilah pedang serta rakitan bom yang siap diledakan.
Sri kini hanyalah mitos - mitos tentang perempuan yang dulu pernah di agung - agungkan dalam tembang - tembang tentang kebesaran hati serta naluri kemanusiaannya yang tinggi karena pernah menjadi ibu yang melahirkan anak - anaknya.
Sri kini hanyalah serpihan tubuh - tubuh perempuan, anak - anak serta gereja - gereja yang telah runtuh dan terbakar.Demi surga dan atas nama tuhan yang diyakininya.
[caption id="attachment_4670" align="alignnone" width="800"]
Foto: TAI[/caption]
Sebuah proses metamorfosis dari satu judul naskah asli : One Flew Over The Chuckoo's Nest. Karya : Ken Kesey ( novel ) lalu digubah oleh Dale Waserman ( sandiwara), awalnya lakon ini dipentaskan oleh TAI ( Teater Api Indonesia ) pada tahun 1999 dan tour pementasan di 8 kota di Indonesia.
Kemudian bermetamorfosis pada gagasan, konsep serta pemikiran dalam pertunjukkan dengan judul : Brongkos ( th. 2011 ) tour pementasan di 8 kota, kemudian berubah lagi menjadi : Max ( th. 2015 ) tour di 2 kota.
Saat ini kembali metamorfosis menjadi : Sri Minggat. Lakon asli ini merupakan satu tanda atau analogi bahwa realitas saat ini adalah sebuah rumah sakit jiwa. Sebuah sistem yang dikendalikan oleh Suster Besar dengan kegilaanya.
[caption id="attachment_4671" align="alignnone" width="800"]
Foto: TAI[/caption]
Orang - orang dimasukkan ke dalam satu lorong, 18 tingkat dibawah tanah, orang - orang tidak lagi bisa mengenali waktu. Mereka balikkan isi bumi ke satu sisi, mereka ikat rumitnya, digantung dan dibelah isi perut serta otaknya.
Sri Minggat lebih berupaya untuk memasuki idiomatik radikalisme : mind side, tubuh - tubuh, ruang dan benda - benda. Satu gagasan yang melawan akal sehat, mencibir keterbatasan, serta menyatakan perang pada nurani kemanusiaan. Sebuah ideologi yang mengagungkan logika teror pada pertunjukkan. (teater Api)
[caption id="attachment_4669" align="alignnone" width="800"]
Teater Api Indonesia[/caption]
Editor : Redaksi