x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Teater Api Indonesia Pentaskan Sri Minggat

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Jumat, 29 Nov 2019 17:23 WIB
Seni dan Budaya

Sinopsisi SRI MINGGAT

Surabaya, (Jelajahnusantara.co) -Sri adalah salah satu dari jutaan perempuan yang bertekad menyerahkan hidupnya pada mimpi - mimpi tentang surga. Perempuan yang selalu mencari pintu - pintu surga dengan meledakkan tubuh anak - anaknya untuk membinasakan perempuan dan anak -anak serta keluarga - keluarga yang lain. Perempuan yang selalu bersembunyi dan menutup pikiran serta mata hati dengan kerudungnya yang hitam.

Perempuan yang telah hijrah lalu mengendap - endap dalam kegelapan, sambil memaki - maki dan mengayun - ayunkan sebilah pedang serta rakitan bom yang siap diledakan.

Sri kini hanyalah mitos - mitos tentang perempuan yang dulu pernah di agung - agungkan dalam tembang - tembang tentang kebesaran hati serta naluri kemanusiaannya yang tinggi karena pernah menjadi ibu yang melahirkan anak - anaknya.

Sri kini hanyalah serpihan tubuh - tubuh perempuan, anak - anak serta gereja - gereja yang telah runtuh dan terbakar.Demi surga dan atas nama tuhan yang diyakininya.

[caption id="attachment_4670" align="alignnone" width="800"] Foto: TAI[/caption]

Sebuah proses metamorfosis dari satu judul naskah asli : One Flew Over The Chuckoo's Nest. Karya : Ken Kesey ( novel ) lalu digubah oleh Dale Waserman ( sandiwara), awalnya lakon ini dipentaskan oleh TAI ( Teater Api Indonesia ) pada tahun 1999 dan tour pementasan di 8 kota di Indonesia.

Kemudian bermetamorfosis pada gagasan, konsep serta pemikiran dalam pertunjukkan dengan judul : Brongkos ( th. 2011 ) tour pementasan di 8 kota, kemudian berubah lagi menjadi : Max ( th. 2015 ) tour di 2 kota.

Saat ini kembali metamorfosis menjadi : Sri Minggat. Lakon asli ini merupakan satu tanda atau analogi bahwa realitas saat ini adalah sebuah rumah sakit jiwa. Sebuah sistem yang dikendalikan oleh Suster Besar dengan kegilaanya.

[caption id="attachment_4671" align="alignnone" width="800"] Foto: TAI[/caption]

Orang - orang dimasukkan ke dalam satu lorong, 18 tingkat dibawah tanah, orang - orang tidak lagi bisa mengenali waktu. Mereka balikkan isi bumi ke satu sisi, mereka ikat rumitnya, digantung dan dibelah isi perut serta otaknya.

Sri Minggat lebih berupaya untuk memasuki idiomatik radikalisme : mind side, tubuh - tubuh, ruang dan benda - benda. Satu gagasan yang melawan akal sehat, mencibir keterbatasan, serta menyatakan perang pada nurani kemanusiaan. Sebuah ideologi yang mengagungkan logika teror pada pertunjukkan. (teater Api)

[caption id="attachment_4669" align="alignnone" width="800"] Teater Api Indonesia[/caption]

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Selasa, 22 Apr 2025 16:50 WIB | Pariwisata
Campur Lorjuk adalah kuliner khas Pamekasan yang memadukan lontong, sayuran, lentho, dan lorjuk sejenis kerang kecil yang hidup di pasir pantai ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:47 WIB | Seni dan Budaya
Di balik citra Rahwana sebagai penjahat dalam kisah Ramayana, tersimpan sisi lain yang jarang diangkat: ia adalah raja yang adil, pemuja Dewa Shiva yang setia, ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:20 WIB | Pariwisata
Naik gunung tak melulu soal ekstrem dan melelahkan. Di Pulau Jawa, ada beberapa gunung dengan jalur pendek dan pemandangan luar biasa yang cocok untuk keluarga, ...