x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Festival Seni Keagamaan Hindu

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Rabu, 18 Sep 2019 08:21 WIB
News

Surabaya,(jelajahnusantara.co)  - Provinsi Jawa Timur mendapatkan kehormatan menjadi penyelenggaraan Pawai dan Festival Seni Keagamaan Hindu Ke-3 Tingkat Nasional Tahun 2019.

Acara secara resmi dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan memukul Kul Kul di Halaman JX International Surabaya, Selasa (17/9) sore. Pawai dan Festival Keagamaan Hindu yang bertema Dengan Pelaksanaan Pawai Kita Tumbuh Kembangkan Seni Budaya Nusantara itu digelar untuk merajut khasanah seni budaya nusantara. Untuk tahun ini terdapat 21 kontingen atau sekitar 1.000 peserta yang mengikuti pawai dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah memperoleh lukisan yang menggambarkan kebersamaan Jatim dengan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) asal Provinsi Papua.

Pawai dan Festival Keagamaan Hindu ke-3 Tingkat Nasional Tahun 2019 dibuka dengan penampilan Tari Pendet Delta Sidoarjo yang merupakan persembahan dari PHDI Jatim. Kontingen tersebut memberikan buquet bunga kepada Gubernur Khofifah. Pawai dilanjutkan dengan pertunjukan lagu Surabaya Rek Ayo Rek yang dipersembahkan oleh Kontingen Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Jatim.

Tak hanya Provinsi Jatim, provinsi lain pun ikut menyemarakkan pawai, seperti Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menampilkan pakaian serba merah dan blangkon khas jawanya, Provinsi Banten mengenakan pakaian serba biru. Lalu dari Jawa Barat, pesertanya mengenakan baju serba biru dengan menampilkan musik angklung. Kemudian Sulawesi Tengah menampilkan pakaian khas adatnya.

Begitu juga dengan kontingen Jawa Tengah menggunakan blangkon Jateng. Sedangkan Kontingen dari Nusa Tenggara Timur memberikan mengenakan baju adatnya. Bahkan, cinderamata berupa kain tenun khas NTT pun diberikan kepada Gubernur Khofifah. Terakhir, pawai pun ditutup dengan penampilan Kontingen Bali yang menampilkan Tari Kecak.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan, kebhinekaan merupakan hal yang penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seperti halnya acara yang digelar oleh PHDI untuk merajut kebhinekaan.

Kebhinekaan ini betapa indahnya. Sebagai kekayaan bangsa kita. Saya tadi mengawali dengan mengutip pepatah Bung Karno. Bagi yang beragama Islam, tidak perlu menjadi orang Arab. Bagi yang beragama Hindu, tidak perlu menjadi orang India. Jadilah tetap menjadi Orang Indonesia. Karena kebhinekaan dari suku, agama, bahasa, ras menyatu dalam Bhinneka Tunggal Ika, jelas Khofifah.

Terkait dipilihnya Jatim menjadi tempat penyelenggaraan, Gubernur Khofifah merasa bangga dan terhormat. Untuk itu, dirinya menjamin kenyamanan dan suasana penuh damai kepada seluruh peserta yang berasal berbagai daerah di Indonesia. Jawa Timur adalah rumah kita semua. Di Jawa Timur seluruh warga bangsa hidup aman, nyaman, tentram dan penuh kedamaian, katanya.

Menurutnya, jaminan ini diberikan karena proses akulturasi di Jatim telah berjalan dengan sangat natural. Akulturasi itu telah menyatu dengan Jatim.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, I Ketut Widnya menjelaskan, merajut khasanah seni budaya nusantara artinya kebhinekaan yang ada serta seni budayanya dirajut menjadi satu. Dengan demikian, semua seni dari masing-masing daerah itu berbeda-beda tetapi bisa menjadi satu. Kita lihat tadi banyak berbeda-beda itu menjadi satu. Dan kita bisa menikmati bersama, pungkasnya.hms/red

Sumber: Klik

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Selasa, 22 Apr 2025 09:47 WIB | Seni dan Budaya
Di balik citra Rahwana sebagai penjahat dalam kisah Ramayana, tersimpan sisi lain yang jarang diangkat: ia adalah raja yang adil, pemuja Dewa Shiva yang setia, ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:20 WIB | Pariwisata
Naik gunung tak melulu soal ekstrem dan melelahkan. Di Pulau Jawa, ada beberapa gunung dengan jalur pendek dan pemandangan luar biasa yang cocok untuk keluarga, ...
Senin, 21 Apr 2025 21:08 WIB | Seni dan Budaya
Di kaki Gunung Arjuno, sebuah panggung seni terbuka menyatukan manusia, alam, dan harapan. Dalam Jambore Seni Lereng Gunung, tiket masuknya bukan uang melainkan ...