Semarang, Jelajahnusantara.co - Permainan tradisional adalah permainan yang dilakukan oleh anak-anak di masa lalu. Biasanya, jenis permainan ini merupakan warisan kebudayaan yang diturunkan ke setiap generasi.
Pada hakikatnya, permainan tradisional memiliki nilai luhur yang ingin disampaikan dalam bentuk kebudayaan. Salah satu nilai luhur tersebut ialah kolektivitas. Permainan tradisional biasanya dilakukan secara berkelompok yang saling bertanding untuk meraih kemenangan dan kelompok yang paling kompak akan menjadi pemenang. Namun, setelah itu mereka kembali larut dalam kegembiraan.

Nilai luhur semacam inilah yang tidak lagi ditemukan pada pola permainan anak-anak di masa kini. Bahkan, setiap permainan yang muncul di masa yang dikenal dengan istilah masa teknologi, sebagian besarnya hanya mengusung prinsip individualistis. Bukan itu saja, tidak bisa dipungkiri, ada beberapa permainan modern yang disebut game online, justru menimbulkan inspirasi bagi para pemuda untuk melakukan tindakan kekerasan.
Pertanyaan adalah apakah permainan tradisional akan hilang dan punah digerus Oleh game-game kekinian?

Perbedaan Permainan Tradisional dengan Game Online
1. Perbedaan Filosofis
Permainan tradisional dinyatakan sebagai permainan kolot yang dilakukan oleh anak-anak kampung. Permainan tradisional juga dianggap permainan kotor yang setiap anak yang ingin memainkannya harus mengganti bajunya dengan baju yang lusuh.
Sedangkan game online, adalah game kekinian. Game superior yang dianggap hanya orang-orang tertentu saja dan di cap pintar yang bisa memainkannya. Game online adalah game super mahal, sehingga teman yang tidak paham cara memainkannya, dilarang untuk sekadar meminjam dan mencoba.
2. Rasa Lelah dan Rasa Sakit
Permainan tradisional dianggap sebagai permainan yang melelahkan fisik dan terkadang menimbulkan rasa sakit. Akibatnya, anak-anak di jaman ini, banyak yang dilarang sekalipun hanya sekadar untuk bermain bersama dengan teman-temannya.
Sedangkan permainan game online adalah permainan yang tidak menguras fisik tidak juga menimbulkan rasa sakit. Bahkan, dengan bermain game online, anak-anak tidak perlu keluar rumah.
3. Perbedaan Status Sosial
Seiring perkembangan jaman yang sangat pesat, pertumbuhan ekonomi masyarakat juga meningkat. Akibatnya, status sosial juga berubah.
Salah satu perubahan status sosial yang muncul akibat agresi jaman adalah perubahan dalam berinteraksi . Jika di masa lalu, atau di masa susah, masyarakat masih suka berkumpul dengan tetangga. Kini, setelah semuanya serba mudah, aktivitas berinteraksi justru banyak dilakukan di dalam rumah, belanja pun tidak perlu lagi keluar rumah karena sudah ada pasar (market) di internet. Akhirnya, hilanglah keakraban dengan orang lain.
Selain itu, munculnya perubahan status sosial juga diiringi dengan transformasi kebutuhan akan benda-benda luks (mewah) yang tidak lagi sakral. Smartphone yang dulunya dianggap benda mewah, kini menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan, saking butuhnya terhadap perangkat pintar ini, masih kanak-kanak pun sudah dibelikan HP. Akhirnya yang terjadi adalah permainan tradisional tergantikan oleh game online.

Alasan Permainan Tradisional Tidak Boleh Punah
1. Permainan Yang penuh Pembelajaran Kehidupan
Permainan tradisional merupakan permainan yang di dalamnya berisi tentang hakikat berkehidupan. Dengan permainan tradisional, anak belajar menyamaratakan status sosial. Dengan permainan tradisional pula, anak memiliki kesempatan untuk mandiri, jujur dan kompak.
2. Permainan Tradisional Adalah Budaya Bangsa
Permainan tradisional adalah budaya bangsa yang harus dirawat. Dengan masih eksisnya permainan tradisional sama saja anak-anak kita telah ikut mengembangkan budaya bangsa secara ikhlas dan alamiah.
3. Permainan Yang Dilakukan Dengan Toleransi Tinggi
Permainan tradisional mengajarkan toleransi tingkat tinggi. Dengan permainan ini, nalar alami anak-anak tidak akan pernah mempersoalkan ras, agama, sara, warna kulit, dan bahasa dari teman-teman sepermainannya.
Itulah beberapa narasi tentang pentingnya permainan tradisional yang tidak boleh hilang begitu saja. Seharusnya, permainan tradisional yang telah berhasil mencetak insan-insan pejuang di masa lalu tetap terjaga dan diwariskan pada generasi mendatang.

Penulis: Agus HeriantoFoto: IstimewaSumber: Berbagai Sumber
Editor : Redaksi