x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Masa Kejayaan Transportasi Kereta Api di Mojokerto

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Kamis, 14 Mar 2019 15:25 WIB
Seni dan Budaya

Mojokerto, jelajahnusantara.co -Masa kejayaan transportasi Kereta Api (KA) masih dapat dijumpai di Mojokerto. Salah satunya adalah stasiun Oost-Java Stoomtram Maatschapij (OJS).

Namun, sampai saat ini sisa bangunan stasiun OJS dapat dijumpai di utara Sungai Brantas. Tepatnya di Desa Lespadangan, Kecamatan Gedeg.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menjelaskan, OJS membuat dua jalur rel di Mojokerto. Yaitu, yang menghubungkan antara Mojokerto dan Kecamatan Ngoro, serta Gempolkrep dan Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

[caption id="attachment_2835" align="alignnone" width="800"] Warga melintasi stasiun Oost-Java Stoomtram Maatschapij (OJS) di kawasan Desa Lespadangan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur.[/caption]

Dia menjelaskan, OJS berpusat di Kota Surabaya. Operator KA swasta itu didirikan Th. Slaiter dan H. Van Rinsum saat mengajukan izin pembuatan rel dari palabuhan ujung ke Wonokromo. Jalur itu selesai dibangun tahun 1885, jelasnya.

Berikutnya OJS mendapatkan izin lanjutan untuk membuat rel dari Sepanjang ke Wonokromo. Depo atau bengkel OJS saat itu berada di Wonokromo yang sekarang berubah jadi Terminal Joyoboyo. Jalur kereta api terus dikembangkan hingga ke wilayah Mojokerto dan Jombang.

Sejarawan yang akrab disapa Yuhan ini mengatakan, dibangunnya jalur rel di Mojokerto oleh OJS bermula dari pemintaan seorang taipan gula Gerrit Eschauzier. Alasannya, pemilik Eschauzier Concern yang menaungi beberapa pabrik gula (PG) itu terkendala angkutan untuk produksi pabrik miliknya. Salah satunya adalah di PG Gempolkrep, Kecamatan Gedeg.

Pada waktu itu, hasil produksi gula diangkut menggunakan perahu ke pelabuhan Surabaya. Namun, perahu pengangkut itu kerap tidak beroperasi saat musim kemarau. Sebab debit air sungai yang mengecil menyebabkan perahu kandas.

[caption id="attachment_2836" align="alignnone" width="800"] sisa bangunan stasiun OJS dapat dijumpai di utara Sungai Brantas.[/caption]

Selain itu, ongkos sewa perahu juga dianggap tinggi hingga menyebabkan harga jual gula Gempolkrep ikutan naik, ujarnya. Namun, saat menerima usulan itu, OJS menganggap jalur ke Gempolkrep tidak cukup prospektif untuk dibuatkan rel KA.

Mengingat, perkembangan ekonomi wilayah utara Sungai Brantas kala itu tidak sebaik di wilayah selatan. Untuk merayu agar OJS menyetujui, Eschauzier bersedia memberi pinjaman modal dan menawarkan kontrak angkut gula dari pabrik-pabrik gula miliknya.

Antara lain, PG Sentanen-Lor, PG Brangkal, dan PG Dinoyo.  Hingga akhirnya OJS menyetujui dan mulai membangun jalur rel ke Gempolkrep pada tahun 1888, bebernya. Yuhan menjelaskan, pembangunan dimulai dari Stasiun Krian ke Balongbendo untuk melayani PG Balongbendo.

[caption id="attachment_2837" align="alignnone" width="800"] Warga melintasi stasiun Oost-Java Stoomtram Maatschapij (OJS) di kawasan Desa Lespadangan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur.[/caption]

Selanjutnya dibangunlah jembatan melintasi Kali Mas ke Perning, dekat PG Perning, Kecamatan Jetis. Pembangunan diteruskan ke barat menuju Desa Jetis lalu belok ke selatan hingga ke Desa Mlirip. Jaringan rel itu berhenti di Gempolkrep, katanya.

Di Desa Lespadangan, OJS membuat sebuah stasiun pemberhentian KA. Dipilihnya lokasi tersebut lantaran dekat dengan Kota Mojokerto yang berada di sisi selatan Sungai Brantas. Antara Lespadangan dengan Kota Mojokerto dihubungkan dengan jembatan yang di sisi selatannya terdapat halte KA milik OJS.

Halte itu dinamakan stasiun kali yang terhubung dengan stasiun OJS di Midji, Kota Mojokerto. Jadi stasiun Lespadangan itu dibuat untuk melayani penumpang dan kini kondisi stasiun sangat memprihatinkan dan menjadi satu-satunya saksi adanya perusahaan kereta api swasta, pungkasnya. Fz

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Selasa, 22 Apr 2025 16:50 WIB | Pariwisata
Campur Lorjuk adalah kuliner khas Pamekasan yang memadukan lontong, sayuran, lentho, dan lorjuk sejenis kerang kecil yang hidup di pasir pantai ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:47 WIB | Seni dan Budaya
Di balik citra Rahwana sebagai penjahat dalam kisah Ramayana, tersimpan sisi lain yang jarang diangkat: ia adalah raja yang adil, pemuja Dewa Shiva yang setia, ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:20 WIB | Pariwisata
Naik gunung tak melulu soal ekstrem dan melelahkan. Di Pulau Jawa, ada beberapa gunung dengan jalur pendek dan pemandangan luar biasa yang cocok untuk keluarga, ...