"Iki wekmu, tilas tracake leluhurmu, lek sampek gak bok openi, bakal kabur kanginan..."Yang berarti: Ini punyamu, jejak leluhurmu, kalau kamu tidak merawat maka tidak jelas siapa yang akan memilikinya
Kalimat itu mengusikĀ perhatian bagi yang mendengarkan. Tak jarang mereka menarik nafas panjang, seolah ingat kembali setelah mendengar kalimat Meimura, sutradara sekaligus aktor sebagai Mukidi dalam pertunjukan itu.
Ritus Travesty dipilih untuk menyampaikan pesan pentingnya budaya kesenian.
Ritus Travesty yaitu bagian dari penggambaran kesenian Ludruk, yang sejak zaman Indonesia belum merdeka sudah eksis sebagai media hiburan. Sekaligus mengirim kode kepada para penonton untuk melawan para penjajah. (Bw)
[caption id="attachment_2819" align="aligncenter" width="222"]
Hatedu Solo
Taman Budaya Jawa Tengah
Jl Ir. Sutami 111 Surakarta
Pukul 19.00 WIB.
21 April 2019[/caption]
[caption id="attachment_2823" align="aligncenter" width="300"]
UPTD Taman Budaya
Provinsi Kalimantan Selatan
Jl. Brigjend H. Hasan Basry No 2/43
Banjarmasin
30 Maret 2019[/caption]
Editor : Redaksi