x jelajahnusantara.co skyscraper
x jelajahnusantara.co skyscraper

Gapura Wringin Lawang Kemajuan Arsitektur Era Majapahit

Avatar jelajahnusantara.co
Redaksi
Kamis, 07 Mar 2019 20:17 WIB
Seni dan Budaya

Mojokerto, Jelajahnusantara.co -Gapura Wringin Lawang, gapura peninggalan kerajaan Majapahit abad ke-14 yang berada di Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (07/03). Bangunan ini terletak tak jauh ke selatan dari jalan utama di Jatipasar.

Sebagai salah satu situs peninggalan kerajaan Majapahit, Gapura Wringin Lawang menyuguhkan arsitektur bangunan khas ala candi di Jawa Timur. Bangunan ini sekaligus menjadi saksi bagaimana perkembangan dan kemajuan arsitektur era Majapahit sesungguhnya tengah menggeliat.

[caption id="attachment_2736" align="aligncenter" width="800"] Pengunjung berfoto dan bergurau di halaman Candi[/caption]

Corak dari bangunan-bangunan peninggalan Majapahit dapat dilihat pada Gapura Wringin. Sebagaimana diketahui kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia.

Sampai saat ini situs Gapura Wringin Lawang masih berdiri kokoh. Keberadaan cagar budaya (heritage) ini dilindungi oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, komplek bangunan yang berada di Desa Jati Pasar ini juga merupakan destinasi wisata sejarah andalan Kabupaten Mojokerto.

[caption id="attachment_2737" align="alignnone" width="300"] Candi Gapura Wringin Lawang memiliki tinggi 13,79 meter dengan luas lahan sebesar 616 meterpersegi. Corak dari gapura ini disebut model Candi Bentar atau Gapura Gapit atau Gapura Belah.[/caption]

Secara fisik bangunan Gapura Wringin Lawang memiliki tinggi 13,79 meter dengan luas lahan sebesar 616 meterpersegi. Corak dari gapura ini disebut model Candi Bentar atau Gapura Gapit atau Gapura Belah.

Sebagaimana candi-candi di Jawa Timur, corak bangunan Gapura Wringin Lawang ini berbahan dari batu bata merah. Pada dasaranya bangunan ini merupakan candi, namun masyarakat sekitar lebih akrab menebutnya sebagai gapura.

Hal ini dikarenakan bangunan candi Wringin menyerupai sebuah gapura raksasa. Sementara itu, model altar depannya berbentuk pintu. Karena itulah, bangunan candi ini diesebut Gapura Wringin Lawang. Dimana dalam bahasa Jawa lawang memiliki arti pintu.

Disekitar area candi, tampak ditumbuhi pepohonan yang rindang. Sedangkan disisi kanan dan kiri bangunan terdapat pohon beringin yang tumbuh subur. (Bw)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Selasa, 22 Apr 2025 16:50 WIB | Pariwisata
Campur Lorjuk adalah kuliner khas Pamekasan yang memadukan lontong, sayuran, lentho, dan lorjuk sejenis kerang kecil yang hidup di pasir pantai ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:47 WIB | Seni dan Budaya
Di balik citra Rahwana sebagai penjahat dalam kisah Ramayana, tersimpan sisi lain yang jarang diangkat: ia adalah raja yang adil, pemuja Dewa Shiva yang setia, ...
Selasa, 22 Apr 2025 09:20 WIB | Pariwisata
Naik gunung tak melulu soal ekstrem dan melelahkan. Di Pulau Jawa, ada beberapa gunung dengan jalur pendek dan pemandangan luar biasa yang cocok untuk keluarga, ...