Jombang, (Jelajahnusantara.co) – Tim Peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan benda kuno yang baru saat lakukan ekskavasi pada hari ke empat di Situs Sumberbeji Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Benda kuno yang baru ditemukan di dalam kolam yakni dua jaladwara atau pancuran air berbahan batu andesit dengan kondisi cukup baik dan sebuah clupak. Selain itu banyak fragmen atau pecahan porselin dan tembikar yang ditemukan peneliti.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan, bahwa timnya menemukan dua jaladwara saat penggalian. Pancuran kuno ini ditemukan di kotak F3, di sebelah utara bangunan bundar di tengah petirtaan.

“Temuan benda baru itu berbeda dengan dua jaladwara yang ditemukan sebelumnya. Kondisi jaladwara ke tiga dan empat ini kondisinya cenderung lebih baik. Ukiran dan bentuk aslinya bisa lebih trerlihat jelas,” katanya, Jumat (13/9/2019).

Wicaksono mengungkapkan, bentuknya Makara jadi semacam kepala naga yang punya belalai yang ditarik ke atas. Ini bisa dilihat pada jaladwara ke empat.

“Dua sebelumnya kan kondisinya sudah aus memang. Jadi dengan yang ini, bentuk asli jaladwara di Sumberbeji bisa diidentifikasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wicaksono memaparkan, selain jaladwara, petugas BPCB juga berhasil menemukan clupak. Clupak adalah batu dengan cekungan besar di bagian ujung dan cekungan runcing lebih kecil di sudut lainnya.

“Benda ini biasanya berfungsi sebagai lampu atau penerangan di situs. Cekungan besar digunakan untuk tempat bahan bakar lampu yang biasanya berupa getah pinus atau minyak kelapa,” paparnya.

Dan ujung kecil, lanjutnya, adalah tempat meletakkan sumbu untuk dibakar. “Kita temukan di kotak F2, selatan bangunan tengah. Bekas bakaran berupa gosong di ujung masih ditemukan di clupak ini,” ujarnya.

Proses ekskavasi hingga saat ini masih berkutat pada pencarian lantai di struktur utara dan tengah. Petugas masih terus menggali kedalaman dinding di sudut barat laut yang ditemukan beberapa hari sebelumnya.

“Sampai 1,7 meter masih belum ditemukan dasarnya. Kemungkinan dasarnya di kedalaman dua meter,” cetusnya. Perlu diketahui, untuk pengerukan dan pembukaan tanah di sisi selatan baru bisa dilakukan pada Senin (16/9).

Hal itu setelah operator ekskavator milik PUPR yang didatangkan untuk mengeruk tanah baru bisa bekerja mulai hari itu. “Nah, untuk menunggu kita mengupas bangunan di utara dan tengah dulu,” pungkasnya.(suf/sp/red)