Jakarta, (Jelajahnusantara.co) -Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) akan diselenggarakan pada 7-13 Oktober 2019 mendatang. Konsep PKN dapat dikatakan tidaklah jauh berbeda dari Pekan Olahraga Nasional (PON). Tahapannya akan dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Skema tersebut diharapkan bisa berdampak luas dan menciptakan ruang interaksi maupun ekosistem kebudayaan yang baik di masyarakat.

Aktivitas utama yang akan dilaksanakan meliputi kompetisi daerah, merupakan kompetisi seni khas dari setiap provinsi di Indonesia; kompetisi nasional, kompetisi permainan tradisional yang dilaksanakan secara berjenjang, dari desa hingga ibu kota; konferensi pemajuan kebudayaan, berupa ruang pencerahan publik yang bertujuan mempersiapkan perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan.

“Ekshibisi Kebudayaan, merupakan pameran artefak-artefak kebudayaan, purwarupa teknologi pemajuan kebudayaan hasil inovasi dari Kemah Budaya Kaum Muda, serta karya-karya unggulan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,” ujar Humas Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Darmawati dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9/2019).

Pergelaran Karya Budaya Bangsa, jelasnya, yaitu parade gelombang nusantara yang menggalang partisipasi dari pelaku budaya se-Indonesia. Beberapa pergelaran seni yang akan ditampilkan meliputi defile tarian tradisional, koreografi bela diri, hingga rampak perkusi nusantara.

Pekan Kebudayaan Nasional merupakan wujud implementasi dari salah satu agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

Salah satu agenda strateginya ialah menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

“Oleh karena itu, sebagai sebuah kegiatan akbar yang diusung oleh pemerintah, penyelenggaraan PKN tentu diharapkan mendapatkan dukungan banyak pihak, khususnya media massa, dalam penyampaian informasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Selama penyelenggaraan PKN, Kemendikbud berharap media massa dapat turut mendampingi semua aktivitas di ruang-ruang bersama yang dibuat sebagai tempat interaksi budaya yang inklusif, dan tentunya membagikan pengalaman tersebut kepada khalayak.

“Pada penyelenggaraannya nanti keseluruhan ruang tersebut dapat diakses sepenuhnya oleh rekan-rekan media, tentunya dengan mendaftarkan kehadirannya melalui laman https://pkn.kebudayaan.id/registrasi-media/,” ungkapnya.

Melalui registrasi ini, lanjutnya, diharapkan nantinya rekan-rekan media dapat mengakses secara penuh data dan informasi yang komprehensif mengenai penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional. Selain itu, proses ini tentunya dimaksudkan untuk menjamin hak dan kenyamanan selama proses peliputan kegiatan.

Sumber: klik
Foto: Istimewa