Magelang,jelajahnusantara.co – Bicara tentang Kabupaten Magelang, masyarakat di Indonesia pasti langsung teringat Candi Borobudur sebagai salah satu ikon utamanya. Mahakarya peninggalan Dinasti Syailendra yang kini menjadi kebanggaan Indonesia dan dunia itu memang masuk daftar UNESCO sejak tahun 1991, dimana situs religi bagi umat beragama Budha ini juga masuk dalam daftar 7 Keajaiban Dunia. Daya tarik Candi Borobudur itulah yang membuat Magelang disebut sebagai tamannya pulau Jawa lantaran posisinya tepat berada ditengah-tengah pulau Jawa.

Wisatawan baik nusantara maupun mancanegara memang banyak yang mengenal Magelang sebagai kota transit bagi mereka dalam berwisata. Karena rata-rata, wisatawan yang datang ke daerah Candi Borobudur lebih banyak menghabiskan waktu liburan mereka di kota Gudeg, Yogyakarta yang berada tepat disisi selatan Kabupaten Magelang. Hal itu sangat beralasan lantaran, berdasarkan data yang ada dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang sebagian besar wisatawan yang masuk ke Magelang berasal dari Yogyakarta yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur.

“Wisatawan yang datang ke Borobudur dan Magelang itu sebagian besar berasal dari Yogyakarta. Mereka (wisatawan) biasanya banyak menghabiskan waktu mereka berlibur di Yogyakarta, sedangkan di Magelang sendiri mereka biasanya hanya menghabiskan waktu 1-2 hari saja walau jumlah kunjungannya yang datang itu mencapai 6,3 juta wisatawan (data Dinas Diaspora Kabupaten Magelang tahun 2018) namun Borobudur tetap menjadi magnet penarik wisatawan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso dalam pemaparannya di depan wartawan dari Forum Wartawan Pariwisata yang tengah melaksanakan Media Gathering Kementerian Pariwisata, Rabu (10/7/2019) malam.

Namun siapa sangka, Magelang yang hanya memiliki luas 1.103,85 km2 (luas Kota dan Kabupaten Magelang) ternyata tak hanya bisa di lihat dari wilayah Borobudur saja. Di area sekitar Magelang juga memiliki daya tarik wisata baik alam, wisata buatan, seni, budaya maupun kuliner yang patut diketahui dan dikunjungi oleh wisatawan baik dari nusantara maupun dunia. Berikut data panduan wisatawan yang dapat dikunjungi oleh wisatawan saat mengunjungi Magelang dan Candi Borobudur, diantaranya adalah

BACA JUGA  Musik Jazz Hadirkan Suasana “Fell Like Home” Hanya di BW Papilio Hotel

Wisata Alam
Bicara tentang alam, Magelang sendiri berada dan dikelilingi oleh 6 gunung dan pegunungan yang menjadikan Magelang sebagai lokasi wisata alam terbaik di pulau Jawa. Sebut saja Gunung Berapi Merapi yang menjadi salah satu gunung api teraktif di dunia, lalu ada Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Telomoyo, Gunung Sumbing dan pegunungan Menoreh menjadikan Magelang memiliki cuaca yang sejuk. Lantaran gunung-gunung tersebut tersebar seakan mengelilingi Magelang.

Para wisatawan yang ingin datang dan menikmati alam Magelang bisa datang menikmati keindahan Gunung Merapi dan Merbabu secara bersamaan dari kawasan Ketep Pass dimana dari sana, wisatawan bisa langsung melihat keindahan Merapi dari dekat dan dilatar belakangnya ada Gunung Merbabu. Untuk bisa mencapai objek wisata yang berada di ketinggian 1.200 mdpl dan berada di kecamatan Sawangan itu, wisatawan dapat menggunakan transportasi darat dengan menggunakan kendaraan pribadi melewati jalur Solo–Selo–Borobudur (SSB) hingga sampai ke lokasi wisata alam tersebut.

Dengan biaya tiket masuk yang relatif murah atau Rp 7.500 untuk wisatawan lokal dan 3 Dolar untuk wisatawan mancanegara, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan alam Gunung Merapi dan Merbabu dikejauhan dengan suasana dan udara yang sejuk. Selain itu juga bisa menyaksikan dari dekat merapi dan sejaranya yang tersimpan di Museum Ketep Volcano Center. Wisatawan dapat menyaksikan beberapa foto dan sejarah erupsi Merapi dari tahun 1800-an hingga erupsi besar yang terjadi di tahun 2011 lalu.

Untuk yang suka menguji adrenalis bisa mencoba rafting di Sungai Elo yang memiliki jeram yang cukup menantang. Wisatawan yang suka dengan tantangan biasanya memanfaatkan rafting menyusuri sungai Elo dengan menyewa peralatan rafting dimana harga per-perahu yang dapat diisi 4-5 orang dengan harga antara Rp 700-800.000.

BACA JUGA  Kolaborasi Indah Kurnia dan Addie MS Lahirkan Konser Persembahanku

“Biasanya wisatawan yang gemar berpetualang dan main air memang biasanya memang memanfaatkan moment liburannya dengan melakukan rafting di Sungai Elo. Dimana setiap perahu yang disewa ini bisa berisikan 4-5 orang dengan jarak tempuh 12 km-an. Mereka dalam rafting itu bisa merasakan jeram-jeram yang memacu andrenaline para pesertanya,” terang Widodo.

Selain Ketep Pass, wisata alam yang ada di Magelang juga beragam mulai dari keindahan beberapa air terjun, kolam (sendang) yang berasal dari mata air seperti Sendang Mudal dan Maren, serta keindahan puluhan candi peninggalan dinasti kerajaan yang sempat berkuasa di pulau Jawa seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Asu serta beberapa lokasi wisata alam lainnya.

Wisata Buatan
Selain memiliki puluhan lokasi wisata alam yang indah, Magelang juga dikenal sebagai daerah yang memiliki wisata buatan yang bagus untuk dikunjungi. Salah satunya adalah beradaan puluhan desa wisata yang tersebar di sekitaran wilayah Candi Bodobudur.

Desa wisata yang dikembangkan oleh Balai Ekonomi Desa (Balkondes) ini memang banyak dikembangkan oleh masyarakat sebagai alternatif wisata alam yang bisa dikunjungi wisatawan yang berada di kawasan sekitaran Borobudur, dimana masyarakat desa yang ada disekitar Borobudur yang telah mengetahui manfaat wisata sebagai sumber peningkat perekonomian desa-nya. Sebut saja beberapa desa wisata yang memiliki ke khas-an sendiri seperti Desa Wisata Kerajinan gerabah, patung, hingga beberapa kerajinan lain yang dana pembuatan desa wisata itu berasal dari kocek pribadi maupun dari anggaran dan bantuan dari pemerintah lewat program Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pihak Pemerintah Magelang sebesar Rp 1 milliar.

Masing masing desa atau dusun tersebut memiliki kekhasan sendiri untuk dipromosikan ke masyarakat misal ada desa yang membuat kerajinan tanah liat, ada desa yang khusus membuat kerajinan dari anyaman dan banyak lagi, yang jelas desa-desa wisata itu memang sengaja dibuat dan dijalankan berdasarkan kebiasan masing-masing warganya

BACA JUGA  Gandeng Wanita KCB, Seluruh GM AccorHotels Gelar Lomba Memasak

Untuk bisa mengelilingi desa wisata yang berada di kawasan Borobudur itu, wisatawan dapat menyewa sepeda, andong dan yang terbaru wisata bisa merasakan sensasi menggunakan mobil VW Cabrio saat wisatawan ingin berkunjung ke desa-desa wisata yang berada di kawasan Borobudur.

Selain itu wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam bisa melakukan safari ke beberapa desa wisata dengan menggunakan transportasi mobil VW Cabrio yang kini sedang naik daun di kawasan Candi Borobudur tersebut.

Wisata Safari mengelilingi desa-desa wisata yang berada di kawasan seputaran Borobudur bisa menggunakan transportasi darat. Seperti menggunakan sepeda, dan andong. Sudah ada 3 Komunitas penyewaan mobil VW Cabrio dengan jumlah mobil yang ada tak kurang dari seratusan unit.

Untuk bisa menggunakan mobil wisata VW Cabrio yang eksotis yang usai pembuatan mobilnya rata-rata tahun 70-an itu, wisatawan bisa menyewa mobil tersebut dengan biaya Rp 350.000 hingga Rp 1 Juta tergantung rute dan waktu tempuhnya.

“Mobil-mobil ini bisa digunakan oleh satu rombongan sebanyak 3-4 orang dimana dalam mobil yang rata-rata keluaran tahun 70an ini, kita akan antarkan wisatawan ke lokasi desa wisata dan mengunjungi destasi lain selain di Candi yang berada di kawasan Borobudur. Rata-rata 3-5 lokasi mas tergantung rute dan waktunya,” tandasnya.

Dari deretan perjalanan menikmati keindahan alam wisata Magelang yang tak kalah eksotisnya dengan beberapa wilayah disekitarnya, Magelang patut mendapat apresiasi sebagai daerah yang punya sensasi yang tak kalah menarik dari daerah lain yang kini juga mengembangkan wisatanya. Dan target 7 juta kunjungan wisatawan rasanya akan mudah dicapai bila pemerintah Kota dan Kabupaten Magelang, Badan Otorita Borobudur dan Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata sama-sama bersinergi untuk mengembangkan wisata sebagai produk utama wilayah yang memiliki puluhan Candi bersejarah di Dunia ini.

Sumber: beritasatu