Sidoarjo (jelajahnusantara.co) – Tarian tradisioanl Thiongkok Barongsai yang merupakan simbol penghalau kekuatan jahat selalu menjadi daya tarik sendiri setiap menyambut perayaan Tahun Baru China atau Imlek.

Hal ini yang menjadi gagasan Bandar Udara Internasional Juanda untuk memberikan kejutan para pengunjung pada Sabtu, 25 Januari 2020 di lobby bandara Juanda T2 dengan menghadirkan pertunjukkan Barongsai dan Naga Liong.

Heru Prasetyo selaku General Manager Bandar Udara Internasional Juanda mengatakan bahwa, pertunjukkan Barongsai dihadirkan sebagai bentuk layanan dan hiburan bagi pengguna jasa bandar udara dalam momen perayaan Tahun Baru Cina 2020.

“Pertunjukan Barongsai dan Naga Liong ini mulai menghibur para pengguna jasa bandar udara pada pukul 08.00 WIB di area keberangkatan Terminal 2 (T2),” ucap Heru saat dijumpai disela sela pertunjukkan Barongsai di T2, Sabtu, (25/01/20).

“Ini merupakan kegiatan yang kami laksanakan rutin setiap tahunnya. Kami berharap rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan tahun baru imlek di Bandar Udara Internasional Juanda dapat menciptakan ustomer experience dan meningkatkan customer engagement,” sambungnya.

Nuansa Imlek juga kian terasa karena Bandar Udara Internasional Juanda telah menghiasi area Terminal 1 (T1) dan Terminal 2 (T2) dengan ornamen khas Imlek seperti lampion dan tiruan klenteng sejak pertengahan Januari.

Selain itu, masih menurut Heru, bagi para penumpang yang merayakan namun sedang melakukan perjalanan tetap dapat merasakan perayaan imlek meski berada di dalam bandara. Tidak hanya di area keberangkatan saja, pertunjukan ini juga dilanjutkan di area ruang tunggu internasional dan domestik Bandar Udara Internasional Juanda.

“Selain pertunjukan Barongsai dan Naga Liong, Bandar Udara Internasional Juanda juga membagiakan 150 (seratus lima puluh) souvenir kepada para penumpang,” terangnya.

BACA JUGA  Waras Blurik, Angkringan Bintang 3 Harga Giras

Vanya salah satu penumpang domestik tujuan Jakarta merasa sangat senang dan terhibur dengan adanya pertunjukkan tarian tradisional Thiongko Barongsai ini. Sekaligus terkejut tiba tiba penari Barongsai muncul di tengah tengah keramaian pengunjung bandara.

“Seru, asik dan menarik. Sehingga, membuat kami terhibue sembari menunggun keberangkatan. Ini pertama kalinya saya melihat barongsai ada di bandara, biasanya ke bandara hanya lewat saja dan jarang menemukan ada pertunjukan,” tutur Vanya.

Meski telah menjadi agenda rutin setiap tahun, namun diakui Heru antusiasme penumpang yang menyaksikan Barongsai di bandara cukup tinggi. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun antusias menyaksikan sembari mendokumentasikannya menggunakan smartphone.

“Ini kami harapkan dapat membawa dampak positif bagi tingkat layanan yang kami berikan bagi pengguna jasa,” pungkas Heru. (Tls)