Surabaya (jelajahnusantara.co) – Semakin banyaknya orang tua bekerja, sehingga tidak mampu mengasuh dan mendidik anak. Salah satu solusi yang dilakukan adalah menitipkan anak ke Taman Penitipan Anak atau TPA. Akan tetapi tidak semua TPA menggunakan tenaga terlatih dan mempunyai keterampilan dalam pendidikan anak usia dini serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Hal inilah yang mendorong Yuni Kurniawaty, S.Kep., M.Si., Ners, Ni Nyoman Wahyu Lestarina, M.Kep., Ners dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik st. Vincentius a Paulo Surabaya dan Cresensia Dina C.K. Dewi, S.Psi.,M.Pd dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada Sabtu, (13/7) melakukan pendampingan pada TPA Liya di Surabaya.

Kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di TPA Liya Surabaya dilakukan untuk memotivasi Ibu-Ibu pengasuh di TPA Liya sebagai Mitra PKM untuk dapat menjadi pengasuh yang mampu memberikan pengasuhan secara holistik yaitu memenuhi kebutuhan anak untuk tumbuh dan berkembang baik kesehatan, gizi, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan.

Yuni Kurniawaty, S.Kep., M.Si., Ners menjelaskan bahwa Pelatihan dan pendampingan pada Pola asuh anak dan pemantauan tumbuh kembang anak usia dini di TPA Liya selama 6 bulan.
“Dengan adanya kegiatan PKM ini diharpkan dapat membantu Ibu-ibu pengasuh TPA Liya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka tentang pengasuhan dan penilaian tumbuh kembang anak sesuai tahapan usia anak. Hal ini membantu meningkatkan pelayanan Ibu-ibu pengasuh di TPA Liya kepada anak-anak yang dititipkan” ungkap Yuni selaku kordinator PKM.

Yuni menambahkan kegiatan ini merupakan hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dar Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ristekdikti ,terdapat beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu pelatihan, pendampingan dan diskusi bersama mitra. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan yaitu pelatihan penyusunan kurikulum TPA pada anak usia dini, workshop implementasi penyusunan kurikulum TPA, Pelatihan tentang cara pengasuhan anak usia dini di TPA, pelatihan dan workshop tentang penilaian tumbuh kembang anak usia dini dengan dengan alat ukur Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan KMS, serta pendampingan pengasuh dalam melakukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dengan alat permainan edukatif (APE) yang tepat.

BACA JUGA  Steak Sehat with Hot Stone ala The Alana Yogyakarta Menggoda Selera

Pada kesempatan yang sama Harijanto selaku kepala PAUD Liya menyatakan sangat senang adanya program PKM dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik st. Vincentius a Paulo Surabaya dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

“Ini merupakan keinginan kami bahwa ada pendampingan dari para pakar yang dapat membantu para guru dan pengasuh di TPA kami. Pelatihan sangat bermanfaat sehingga membuat kami dapat berbenah untu dapat meningkatkan pelayanan di TPA Liya.” Pungkas Hari.
(mwp)