Teridentifikasi sebagai teater kota, teater tobong berorientasi mengangkat tema urban. Pula kali ini riset yang dilakukan, menelisik masuk dan bergelut dalam lintas realitas urban klasik urban modern.

KEReBRITIS. Judul buku kumpulan cerpen karya Juslifar M Junus, kali ini kembali menjadi pilihan teater Tobong ( tim kreatif ) untuk dipersiapkan aktualisasinya. Tema yang kuat dan relevan di setiap jaman menjadi gagasan pertunjukan, salah satunya adalah tentang KEMISKINAN. Kemiskinan harta. Kemiskinan kepercayaan. Kemiskinan informasi. Kemiskinan identitas. Kemiskinan pengetahuan, dan kemiskinan apapun.

KEReBRITIS. Kumpulan cerpen karya Juslifar M Junus, sangat memiliki kekuatan lokal dalam narasi ceritanya, profane dan hentakan sarkasme begitu kuat mewarnai, sehingga menantang kami buat berusaha masuk pada teks teks ( prosa satire ) tersebut.

Ide Penyutradaraan. Diakui atau tidak, beberapa waktu terakhir banyak lahir wacana baru yang mengiringi perkembangan teater. Mewujudkan pertunjukan teater dengan mempertemukan beberapa disliplin kesenian, merupakan hal yang sedang menjadi konsentrasi para pelaku teater. Dalam hal ini, sedang melakukan upaya eksperimentasi dengan pendekatan teater lintas media.

Dengan mengusung cerpen, seni instalasi, dan videografi, teater Tobong akan mengemas pertunjukan KEREBRITIS menjadi pertunjukan teater lintas media.

Konsep Dramaturgi. Pemeran adalah bagian penting dari sebuah proses penciptaan. Dari pemeranlah seringkali gagasan kreatif lahir dan menjadi serpihan materi untuk diakomodir menjadi bentangan alur visual. Teater Tobong senatiasa memberikan ruang lebar bagi setiap pemerannya dalam menjajaki seluas mungkin ruang diri dan sosial para pemerannya.

Pengalaman empiris, pengalaman intelektual, pengalaman spiritual, pengalaman imaginer adalah energi besar bagi terwujudnya impulsifitas para pemeran, dan ujungnya adalah metode latihan untuk mempertemukan segenap energi personal menjadi sinergitas tunggal di pemanggungan.