Acara siraman waranggono yang diadakan di kolam Pemandian Bektiharjo, Kab.Tuban. Sebanyak 9 orang gadis berbaju putih sinden tayub muda yang biasa disebut dengan “Bedoyo” siap melakukan prosesi siraman untuk mensucikan diri.

Sebelum proses siraman Noor Nahar Hussein selaku wakil bupati Kab.Tuban membuka acara dengan membunyikan gong sebagai tanda dimulainya acara. Pensucian diawali dengan siraman, satu persatu Bedoyo disucikan dan di beri piagam berupa rangkaian bunga melati yang dibuat menyerupai kalung.

Foto: gn

Saat setibanya di air pemandian Bektiharjo para Tayub 9 tayub muda antre memasuki area kolam satu-persatu untuk meminum air suci yang ada di tepian kolam pemandian Bektiharjo. Dan dilanjut para Waranggono sebutan untuk sinden tayub senior dengan menabur bunga serta sesaji yang dibawa oleh Pramugari.

Telah ditetapkannya tanggal 1 November sebagai hari pensucian para tayub muda Endang Mursiah koordinator tayub se – Kab.Tuban berharap, meningkatkan daya tari wisatawan lokal dan mancanegara. “Acara Siraman Seniman Langen Tayub itu 1 November sudah pasti dimulai tahun ini, sebelumnya jadwal siraman ini tidak tentu bulan pelaksanaanya, sekarang sudah ditentukan bulannya.

Kadang kalau tanggalnya gak di tentukan itu wisatawan asing dan lokal itu bingung karena jadwalnya, nah kalau gini kan bisa dipersiapkan jauh hari untuk hadir di acara Siraman Tayub ini” tutur Endang.

Dengan diadakannya dan ditetapkannya tanggal Siraman Tayub ini Disparbudpora Kab.Tuban Drs. Sulistiyadi berharap dapat mengembangankan wisata seni budaya lokal termasuk Siraman Tayub. “Saya sudah meminta pada Disparbudpora juga berharap kesenian dan budaya Kab.Tuban ini bisa dimasukkan ke agenda tahunan kalender pariwisata Jawa Timur”. (Gn)

Foto:gn
BACA JUGA  Kembangkan Sektor Pariwisata Surabaya dengan Golf