TULUNGAGUNG -Candi Sanggrahan terletak di dusun Sanggrahan, desa Sanggrahan, kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Candi berbahan batu andesit ini dikenal pula sebagai candi Cungkup.  Merupakan candi terbesar yang ditemukan di Tulungagung. Sejak diketemukan, bentuk bangunan utama candi Sanggrahan masih cukup baik, hanya pada bagian atas sudah grompal.

Candi ini menghadap arah barat. Tidak memiliki hiasan relief pada dinding tubuh candi. Namun pada dinding candi bagian bawah atau kaki candi terdapat hiasan relief aneka hewan seperti singa dan serigala. Relief relief itu berada dalam kotak kotak persegi panjang.

Yang sangat unik dan bikin heran banyak kalangan, tiap relief berdiri sendiri atau terpisah dengan relief lainnya sehingga sangat sulit mencari atau menjalin alur cerita dari tiap relief tersebut.

Tidak jelas diketahui, apakah relief relief hewan di Candi Sanggrahan memuat suatu cerita sebagaimana relief relief Pancatantra ataukah sekadar ornamen atau hiasan candi tanpa cerita.

Foto:dn

Pada kenyataannya, selama ini, belum ada Arkeolog atau Sejarawan yang mampu menerjemahkan atau mengidentifikasi secara jitu keberadaan relief relief hewan di Candi Sanggrahan Tulungagung.

Menurut Siwi Sang, aneka relief hewan seperti singa di Candi Sanggrahan Tulungagung mengingatkan pada figur figur utama tokoh hewan dalam naskah TANTRI KAMANDAKA.

Foto:dn

Tantri Kamandaka merupakan satu naskah berbahasa Jawa kuna yang memuat kisah utama dunia satwa atau fabel yaitu kisah pertarungan seekor lembu betina bernama NANDAKA dan seekor singa yang menjadi raja Margasatwa bernama Sri CANDAPINGGALA. Singa Candapinggala memiliki patih, seekor srigala bernama SAMBADA.

Relief di candi Sanggrahan bukan Harimau atau Macan, tetapi SINGA. Harimau jelas beda dengan Singa.

Hewan singa tidak hidup di tanah Jawa. Hewan singa hanya muncul dalam berbagai naskah cerita Jawa kuna.

Salah satu naskah yang menampilkan figur Singa adalah Tantri Kamandaka.

Menjadi sangat menarik ketika Candi Sanggrahan Tulungagung memiliki relief hewan berujud SINGA.

Candi ini dikelilingi dinding bujur sangkar tersusun dari batu bata dan berhalaman luas. Posisi candi menghadap barat. Candi Sanggrahan dan halaman di bagian dalam dinding yang mengelilinginya memiliki kedudukan lebih tinggi sekitar dua meter dari areal tanah di luar dinding bata.

Terdapat tangga naik di tengah dinding batu bata yang berada di barat atau depan candi utama. Tangga ini memiliki sembilan anak tangga.  Tangga naik ini tidak segaris lurus dengan kedudukan tangga candi yang sudah grompal. Tinggi tangga sekitar dua meter.

Di kanan dan kiri tangga ini masih terlihat sisa bangunan yang diperkirakan berbentuk semacam gapura gerbang atau pintu gerbang.