Indonesia terbagi menjadi beberapa provinsi. Dari seluruh provinsi di Indonesia miliki berbagai adat, tari, cara berkomunikasi yang berbeda. Sebagai masyarakat Negara Indoneisa apakah kalian tau tari di Indonesia sangat beragam dan berbeda-beda ? Bagaimana jika ada tourist yang menanyakan tentang budaya Indonesia tapi bangsa Indonesia sendiri tidak paham akan perbedaan dari berbagai provinsi? Nah, Alangkah baiknya jika kita sebagai bangsa Indonesia dapat mempromosikan dan mengenalkan kepada masyarakat Indonesia dan juga mancanegara tentang budaya Indonesia terutama tari tradisional yang sangat beragam.

Rasa cinta tanah air harus tertanam di setiap jiwa masyarakat Indonesia agar Negara Indonesia dapat dikenal serta menjadi Negara maju. Perngertian dari budaya itu sendiri menurut Ralph Linton yaitu, segala pengetahuan, pola pikir, perilaku, ataupun sikap yang menjadi kebiasaan masyarakat dimana hal tersebut dimiliki serta diwariskan oleh para nenek moyang secara turun-temurun. Budaya itu terbentuk karena kehidupan pada zaman tersebut, dimana budaya di setiap provinsi karena letak geografis yang membuat perilaku, pola pikir, pakaian, intonasi suara menjadi berbeda-beda.

Perbedaan tersebut membuat setiap individu harus memahami dan meningkatkan toleransi terhadap perbedaan karena dengan adanya perbedaan Indonesia menjadi Negara yang memiliki beragam budaya serta kebiasaan yang unik.

Budaya yang telah terbentuk dari zaman nenek moyang harus tetap di lestarikan, melestarikan budaya tersebut dapat melalui seni tari traditional, seni tari dapat sebagai Ikon budaya Indonesia di mancanegara. Salah satu tari tradisional dari negara Indonesia itu sendiri seperti tari Bali, Jawa, Sunda, Sumatera, dan masih banyak lagi. Mungkin beberapa tourist baru mengetahui tari tradisional Indonesia itu adalah Bali, sedangkan masih banyak lagi tari traditional yang ada di setiap provinsi.

Setiap tari traditional ini pun memiliki meaning dalam setiap gerakannya, yaitu berupa cerita atau kisah, emosi, ekspresi serta komunikasi dapat tersampaikan melalui tari. Karena tari itu tercipta karena adanya suatu kegiatan sehari – hari yang dilakukan dulu kala.

Hal tersebut membentuk sebuah tarian yang dilakukan dalam kegiatan sehubungan dengan tari traditional. Seperti menurut Filsuf Yunani bernama Aristoteles, seni tari sebagai suatu gerak ritmis yang dapat menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak. Melalui seni tari semua orang dapat mengekspresikan diri yang diubah menjadi gerak oleh pencipta tari tersebut.

Minat masyarakat terhadap tari masih sangatlah minim dikalangan generasi millenials, sedangkan tourist asing sangat tertarik untuk mempelajari tari traditional sampai perfom di event yang ternama. Seperti pengalaman saya sebagai penari, tourist yang melihat penampilan kami di acara Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 sangat tertarik, bahkan meminta kami untuk memakaikan kostum dan juga mengajarkan ia menari bali. Tetapi, karena waktu yang terbatas sayang sekali tidak bisa melakukan hal tersebut.

Tari bali adalah salah satu tari traditional yang sudah terkenal sampai menarik minat tourist asing untuk mempelajari tarian dari Indonesia. Terdapat berbagai sanggar tari bali di Jakarta yang mengajar tari traditional nusantara Indonesia, salah satunya sanggar LKB Saraswati yang salah satu pemain music gamelan yaitu orang Jepang, ia sangat tertarik untuk mempalajari gamelan Bali serta ikut berbagai event LKB Saraswati. Selain itu, terdapat pula penari asing yang telah bertahun – tahun belajar tari Bali di LKB Saraswati hingga sekarang.

Selain sanggar tari LKB Saraswati terdapat pula masyarakat Jepang yang tertarik mempelajari tari hingga gamelan Bali di berbagai sanggar tari bali.

Tidak dipungkiri lagi jika berbagai orang asing yang berminat untuk mempelajari hingga menampilkan tari traditional Indonesia dengan menggunakan kostum tari dalam berbagai event.

Semakin banyaknya tempat untuk mengembangkan kreativitas, sehingga semakin mudah untuk menimba ilmu lebih dalam tentang tari traditional Indonesia. Maka dari itu, jika banyak tourist asing yang minat belajar budaya Indonesia, kenapa kita sebagai masyarakat Indonesia tidak ikut belajar dan lestarikan budaya sendiri?

Foto: Ist
Penulis: Amira Dhia