Surabaya (Jelajahnusantara.co) – Kota Surabaya yang memiliki julukan sebagai Kota Pahlawan memiliki banyak cerita unik dan sejarah yang sangat menarik. Tidak salah apabila banyak wisatawan baik asing maupun domestik terus hadir mengunjungi keindahan Kota Surabaya.

Untuk mengenalkan terus destinasi wisata sejarah Kota Surabaya kepada masyarakat luas khususnya para wisatawan, House of Sampoerna kembali mengadakan program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) “Berniaga ke Surabaya”.

Program tur SHT yang diselenggarakan selama sebulan penuh sejak tanggal 22 Februari hingga 24 Maret 2019 ini ingin mengajak masyarakat menengok kehidupan perniagaan di era kejayaan Pelabuhan Kalimas dengan mengunjungi tempat bersejarah terkait.

Seperti yang disampaikan Manager House of Sampoerna Rani Anggraini bahwa, banyak tempat tempat disudut kota Surabaya yang bisa menjadi destinasi wisata. Salah satunya adalah Menara Pantau yang menjadi tempat untuk mengawasi aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Kalimas serta Pasar Pabean dimana semua komoditi dikumpulkan dan diperdagangkan.

“Sebagai kota pelabuhan yang terkemuka selain Batavia dan Semarang, Surabaya berdiri dan berkembang karena aktifitas perniagaan di area pelabuhan yang semarak. Letak strategis membuat Pelabuhan Kalimas Surabaya menjadi primadona dan jalur perdagangan utama di Hindia Belanda. Perahu kecil dan sampan berlalu-lalang mengangkut berbagai macam komoditas untuk diperdagangkan,” kata Rani saat dijumpai di gedung HOS Surabaya, Sabtu, (23/02/19).

“Aktifitas ini memicu geliat yang lebih komplek dalam mengiringi pesatnya perniagaan di Surabaya. Pasar Pabean di Timur sungai menjadi salah satu hasil kesibukkan Pelabuhan Kalimas. Beraneka komoditas yang dibawa kapal-kapal dagang diperjual belikan disana. Pemerintah kolonial pun membentuk Pasar Bedrifj (Dinas Pasar) untuk mengatur tata kelola pasar secara spesifik,” tambahnya.

BACA JUGA  Tamu : Valentine di Best Western Papilio Hotel Sudah Tempatnya Romantis Harga Terjangkau Lagi

Oleh kartea itu, masih menurut penuturan Rani, tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah kota Surabaya serta berbagai bangunan dan kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Sejak 2010 SHT telah menyelanggarakan 47 tur tematik dan mengunjungi lebih dari 70 bangunan cagar budaya baik museum, institusi pemerintahan dan swasta, tempat peribadatan, monumen, kampung, pasar, perpustakaan, pabrik, dan lain sebagainya,” terangnya.

“Hal tersebut juga menginisiasi Heritage Walk dengan nama ‘Klinong-klinong ning Suroboyo’ yang menjadi pengembangan SHT dengan mengajak Trackers untuk secara langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) “Berniaga ke Surabaya” akan diadakan setiap hari Jumat hingga Minggu pukul 10.00 – 11.30 wib dengan rute Menara Pantau Kalimas, Pasar Pabean

“Ayooo bagi masyarakat Jawa Timur khususnya arek arek manfaatkan program ini. Agbar kita semua bisa lebih mengenal lebih dekat Kota Surabaya yang penuh cerita dan keindahannya,” ajak Rani penuh semangat.

Dengan arti ‘Menelusui Jejak Warisan Surabaya’, program SHT yang sudah diluncurkan sejak tahun 2009 dengan konsep tur keliling kota menggunakan bis bermodel kereta trem yang pernah berjalan di Surabaya tempo dulu. Tracker (penumpang bis) dapat menikmati dan mengenal sejarah bangunan-bangunan cagar budaya, sejarah kota Surabaya yang terkenal sebagai kota pahlawan, kisah Babad Surabaya, serta kekayaan ragam budaya khas Arek yang menjadi ciri khas Surabaya. (Tls)