Photo by Ken Dosu

Penari menunjukan aksinya dalam Festival Karya Tari Jawa Timur Tahun 2019 di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Kamis (2/5/2019) malam.

Diikuti 32 utusan dari kabupaten/kota se Jawa Timur. Mereka menyuguhkan tari garapan baru yang berpijak pada seni tradisi dengan tema yang bersumber pada kreatifitas adat dan tari kerakyatan.

Festival Karya Tari Jawa Timur mempunyai nilai yang sangat strategis di era global, karena merupakan wahana untuk menyuguhkan kembali sifat-sifat pluralistik masyarakat Jawa Timur yang multikultural dan pencitraan kembali kekuatan kebudayaan sebagai aset bangsa yang harus ditangani secara serius.

Panggung kehidupan berada di kegamangan yang diakibatkan oleh perubahan berbagai aspek kehidupan yang sangat cepat dan radikal.

Bangsa Indonesia yang dulu dikenal santun, ramah, sabar, toleran, berjiwa gotong-royong dan suka menolong, kini menjadi bangsa yang pemarah, individual, dan bahkan vulgar.

Generasi muda dan remaja sebagian besar sudah masuk dalam jaringan yang terbiasa berkomunikasi secara cepat dan instan melalui internet, facebook, twitter, blackberry messenger, whats up dan media sosial lainnya yang berdampak pada kecenderungan berperilaku kurang sabar, kurang ulet, kurang teliti dan kurang siap kerja keras.

Untuk menghadapi dan meredam kondisi yang sedemikian itu, Pemprov Jawa Timur mendorong dan memfasilitasi para seniman untuk meningkatkan kemampuan diri.

Mulai dari cara berpikir, berimajinasi, berkreatifitas, menghayati, bereksplorasi dan berekspresi melalui karya-karyanya dengan menghadirkan karya-karya seni yang memiliki kedalaman nilai, mencerahkan dan menginspirasi kehidupan agar lebih bermakna, beretika dan bermartabat.

BACA JUGA  Pelajar Korsel Belajar Kesenian Kuda Lumping