Surabaya, jelajahnusantara.co -Sejumlah relawan membersihkan tanaman liar di sekitar Benteng Kedung Cowek yang dibangun sekitar tahun 1899 oleh pemerintah Belanda di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (16/6/2019). Kegiatan bersih-bersih yang digagas komunitas Roode Brug Surabaya tersebut bertujuan untuk mengajak generasi muda peduli dengan bangunan bersejarah.

Pegiat sejarah Rooderbug Soerabaia Ady Setyawan mengatakan, selain sebagai kegiatan rutin yang diadakan komunitas, kerja bakti kali ini merupakan wujud aktivisme masyarakat untuk mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) segera memberikan status Cagar Budaya pada benteng masa kolonial ini.

Sejumlah relawan berbaris menjelang membersihkan tanaman liar di sekitar Benteng Kedung Cowek Surabaya. Foto: Budi

“Acara masih terkait acara diskusi kemarin ya di hotel Majapahit, tentang desakan memberi status Cagar Budaya pada Benteng Kedung Cowek. Jadi kami ngajak warga masyarakat Surabaya untuk lebih mengenal keberadaan benteng ini dan kita lebih kenalnya bukan cuma dengan datang, melihat, tahu ceritanya, tapi juga melakukan pembersihan. Karena lokasi itu kan banyak ditumbuhi tanaman liar,” ujar Ady.

“Berbagai upaya telah dilakukan komunitas ini bersama pegiat sejarah Surabaya lain untuk mendorong diberikannya status Cagar Budaya pada benteng Kedung Cowek” ungkapnya.

Sejumlah relawan membersihkan tanaman liar di sekitar Benteng Kedung Cowek Surabaya yang dibangun sekitar tahun 1899 oleh pemerintah Belanda di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Budi w

“Agar segera ada kejelasan untuk dijadikan status Cagar Budaya sesuai undang-undang karena ada syarat-syaratnya untuk disebut Cagar Budaya itu. Kami rasa dengan bukti arsip-arsip itu semua sudah terpenuhi, sebenarnya,” lanjutnya.

Selain kerja bakti, para pegiat sejarah ini juga telah membuat petisi online untuk mendorong pemerintah segera menetapkan status Cagar Budaya pada benteng di Surabaya tersebut. Bw

Sejumlah relawan membersihkan tanaman liar di sekitar Benteng Kedung Cowek Surabaya yang dibangun sekitar tahun 1899 oleh pemerintah Belanda di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Budi w