Musik bertemakan “Reflektif”, dengan alunan vokal berbahasa Osing dari Banyuwangi dan ritmis yang terinspirasi dari dangdut.

Dalam karya berjudul “Evelyn” ini, kedua komposer Rifo dan Gandhi mempunyai angan-angan keadaan kelokalan yang terpengaruh oleh keurbanan dalam wujud manusia. Secara mendasar, manusia selain sebagai unsur kehidupan perkotaan juga adalah entitas yang dapat memilih untuk bertindak tertentu dalam keadaan yang tertentu pula, dikutip dari fokuskini.

Dalam video musik “Evelyn” yang menampilkan figur seorang wanita muda berpakaian berwarna merah yang sedang berada di lingkungan perkotaan.

Pada bagian refrain, terlihat wanita tersebut menari yang berpadu dengan tarian oleh para penari dari UKTK Universitas Airlangga, namun tidak di tempat yang sama. Sementara refrain “Evelyn” berlirik bahasa Osing, yaitu “Isun ora gelem sambat maning… yoorooo…” yang berarti “Saya tidak mau mengeluh lagi…”

Walaupun Evelyn awalnya terlihat gamang saat berjalan dan berpapasan dengan orang-orang kota, dirinya kemudian menari dengan bebas, seolah tidak peduli dengan keadaan sekitar, bersama para penari yang direkam di Surabaya. Perbedaan tempat tersebut yang menunjukkan, bahwa Evelyn walaupun sempat kebingungan akhirnya merasa bebas dengan kembali pada tradisi, pada seni, dan pada diri yang bisa memilih.

 

Sumber: fokuskini.com