Surabaya, Jelajahnusantara.co – Di tengah berdirinya gedung-gedung menjulang di Kota Pahlawan, terdapat sejumlah makam yang hingga kini masih bertahan hingga terhimpit bangunan-bangunan moderen.

Makam-makam keramat yang tak lekang oleh waktu, ataupun terimbas oleh aksi penggusuran seperti halnya pedagang kaki lima.

Mungkin banyak yang tak tahu makam siapa sebenarnya yang masih bertahan di tengah hiruk pikuknya kota Surabaya. Salah satu makam itu adalah makam Joko Jumput, pendiri Kota Surabaya, yang berada di Jalan Praban, Surabaya, Jawa Timur.

Komplek makam yang kini diapit oleh pertokoan dan perkampungan itu dipercaya oleh warga sekitar merupakan makam yang suci dan di keramatkan oleh warga sekitar.

Abdul Gofar Baidowi, juru kunci makam mengatakan, di dalam komplek makam itu sendiri terdapat 4 makam. Keempat makam itu adalah makam Joko Jumput dan ibu angkat dari Joko Jumput yang bernama Rondo Prabankinco.

“Lalu makam Putri Purbowati yang diketahui sebagai istri Joko Jumput. Putri Purbowati adalah anak raja pertama Surabaya Adipati Jayengkrono. Sedangkan makam satunya lagi adalah makam ibu kandung Joko Jumput” lanjut Gofar.

Selain makam, di dalam komplek juga terdapat alat yang digunakan untuk membuat ramuan jamu yang digunakan oleh Ibu Joko Jumput semasa hidupnya yang masih tersimpan rapi di dalam makam.

Abdul bercerita, perkampungan tersebut hingga kini disebut dengan gang Kinco. Nama Kinco diambil dari nama Ibu Joko Jumput. Konon semenjak pertama kali datang ke Surabaya, Joko Jumput dengan Ibunya sudah tinggal di kawasan tersebut yang kini dikenal dengan Jl Praban.

Joko Jumput adalah seorang anak raja Mataram yang berusaha menutup jatidirinya sebagai pangeran di Surabaya. Makanya tak heran jika di sekitar makam itu masih kental dengan hal yang berbau magis.

Sebab dulu pernah terjadi kebakaran yang melalap habis pertokoan yang berada di samping makam, namun anehnya makam tersebut tidak ikut terbakar. Sejak saat itu, warga menganggap makam itu keramat.

Dan warga yang tinggal di perkampungan Praban Gang Kinco mempercayai jika tiap Jumat malam arwah Joko Jumput sering melakukan inspeksi.

Naskah: Rahma

Sumber: berbagai sumber