Pemain ludruk senior Kartolo serta pemain lainnya mementaskan ludruk berlakon ‘Semanggi Suroboyo’ episode ‘Deloken Disek’ di Gedung Balai Budaya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/03). Pentas ludruk yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan komunitas Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara tersebut mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip ‘5 Jangan’ dalam menggunakan uang Rupiah yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi serta untuk mengecek keaslian uang Rupiah menggunakan metode 3D (Dilihat-Diraba-Diterawang).

Pagelaran ini selain menjadi sarana komunikasi kreatif untuk mengkomunikasikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat, juga merupakan wujud komitmen BI untuk mengangkat kembali seni budaya lokal. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mencintai dan mendukung ludruk sehingga mampu mendorong perekonomian Jawa Timur melalui sektor pariwisata

Pertunjukan ludruk berdurasi 1,5 jam yang menampilkan legenda ludruk Jawa Timur Cak Kartolo ini mengangkat cerita tentang sebuah keluarga dengan sang bapak yang masih menyimpan uang dengan metode zaman dulu, yaitu disimpan di bantal dan bukan di bank.